SEORANG ibu pasti menginginkan anaknya terlahir sehat dan sempurna. Tapi, ketetapan Sang Pencipta tidak bisa ditolak, ada saja anak yang lahir tak sempurna. Salah satunya, Riki Rolland Kalasuat yang sejak kecil menderita Hidrosefalus hingga kini usianya hampir 6 tahun.

NAMIRAH HASMIR, Sorong

DUNIA maya belakangan ini dikejutkan dengan kondisi Riki Rolland Kalasuat. Bocah 5 tahun ini mencuri perhatian di dunia maya, khususnya di Sorong. Bagaimana tidak, penyakit Hidrosefalus yang dideritanya menimbulkan simpati warga.

Bermodalkan alamat Distrik Makbon, saya dan seorang rekan, mencari keberadaan Riki. Beberapa kali bertanya kepada warga setempat, tidak ada yang mengenal Riki. Koran ini hampir kecewa karena tak juga menemukan tujuang, mengunjungi Riki yang belakangan ini viral.

Saat memutuskan untuk pulang, di perjalanan saya kembali mencoba bertanya kepada salah seorang warga setempat. Beruntung, penjelasanku mengenai kondisi Riki, dipahami oleh warga tersebut.

Kami lalu diantar menuju rumah Riki yang tidak jauh dari lokasi saya bertanya. Tepatnya di Jalan Rumagesan, Kelurahan Makbon, Distrik Makbon Kabupaten Sorong. “Ini rumahnya, masuk saja ke dalam,” kata salah satu warga yang mengantar kami hingga depan halaman, lalu pergi menggunakan sepeda motor yang dikendarainya.

Pintu rumah Riki terbuka, salah satu pemuda terlihat tidur pulas di ruang tamu. Dengan memberi salam sambil mengetuk pintu, kami mencoba membangunkan pemuda tersebut. Hanya saja, yang terbangun justru seorang perempuan dari balik kamar yang kemudian keluar menemui kami. Dia lah Yokbet Kadakolo (35), ibu dari Riki.

Setelah menyampaikan maksud, Yokbet mempersilahkan kami masuk rumah menuju kamar tempatnya tadi keluar, menemui Riki yang sedang tertidur. Terlihat Riki sedang tertidur pulas, ditemani gelas, sendok dan piring yang ada dalam genggamannya. “Riki lagi tidur siang jadi,” ucap Yokbet.

Tidak ingin mengganggu, kami memutuskan berbincang-bincang di ruang tamu. Yokbet menjelaskan kondisi Riki yang baru diketahui setelah usianya menginjak setahun. “Kita baru tahu kondisinya seperti ini waktu dibawa ke rumah sakit, karena waktu umur satu tahun seperti tidak ada perkembangan,” jelasnya kepada kami.

Yokbet menyampaikan, sejak pertama kali diperiksa oleh dokter, dokter menyuruhnya untuk segera membuat kartu BPJS agar digunakan untuk pengobatan Riki. Hanya saja, dari pemeriksaan awal, kondisi Riki tidak menunjukkan perubahan yang baik. Sampai saat ini, Riki hanya dapat berbaring di rumah dan dibantu oleh keluarga.

Riki mampu berbicara, hanya saja tidak begitu jelas kedengaran. Yokbet mengatakan, respon yang Riki berikan tidak begitu banyak. Imbasnya, keluarga masih sedikit kesulitan mengartikan keinginan Riki. Keseharian Riki banyak dihabiskan di tempat tidur. “Semuanya dikerjakan di tempat tidur. Kalau mulai bosan, kadang kita ajak nonton atau duduk-duduk di depan rumah,” kata Yokbet.

Yokbet yang bekerja sebagai PNS di Kelurahan Makbon, membuatnya tidak selalu ada untuk merawat Riki. Saat ia sedang bekerja, Riki diasuh oleh tantenya, karena kakak-kakaknya masih bersekolah di tingkat SD, sedangkan ayahnya, Soleman Kalasuat (37)  berprofesi petani. “Kalau saya kerja, kadang Riki sama dia punya mama adek,” ucapnya.

Semenjak diketahui menderita penyakit Hidrosepalus, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong baru sekali melakukan kunjungan dan langsung merujuk Riki untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit. Hanya saja, perawatan tersebut tidak berlangsung lama dan hanya sekali. “Satu bulan lalu kalau tidak salah, Kepala Dinas Kesehatan ada datang dan bawa Riki opname di Rumah  Sakit. Tapi cuma opname saja, dikasih vitamin, tidak ada tindak lanjut lagi,” ungkapnya.

Meski kondisi Riki lima tahun ini tidak mengalami perkembangan yang baik, Yokbet dan suami masih terus berupaya untuk memberikan kesembuhan kepada Riki. Ia berharap secepatnya Riki dapat kembali mendapatkan pengobatan, sehingga penyakit yang dideritanya dapat sembuh dan beraktifitas layaknya anak seusianya. “Saya harap Riki bisa dibawa berobat lagi, biar cepat sembuh, karena bulan Mei ini Riki umur 6 tahun,” harapnya. (***)


Kategori : Features

Komentar