JAKARTA – Kini Indonesia telah memiliki delapan elemen budaya yang terdaftar dalam warisan budaya tak benda (WBTB). Kapal pinisi yang merupakan salah satu kekayaan budaya nusantara, telah diakui oleh organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan dunia atau UNESCO PBB. Kemarin (28/3) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan sertifikat tersebut kepada pemimpin daerah Propinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Bulukumba. 
 
Sebelumnya tim WBTB UNESCO telah mendaftar tujuh elemen budaya yang dimiliki Indonesia. Ketujuhnya antara lain wayang, keris, batik, angklung, tari saman, dan noken papua. Selain itu ada juga tiga genre tari tradisional Bali dan program pendidikan dan pelatihan tentang batik di museum batik Pekalongan. 
 
Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid menjelaskan jika seni pembuatan Perahu Pinisi ditetapkan sebagai WBTB milik Indonesia pada Sidang ke-12 Komite pada 7 Desember 2017, di Jeju Island, Korea Selatan. ”Pinisi merupakan teknik perkapalan tradisional yang dimiliki nenek moyang bangsa Indonesia dan masih berkembang sampai saat ini serta menakjubkan bagi dunia,” katanya. 
 
Hilmar menambahkan jika di barat, orang membuat kapal menggunakan teknologi dan perhitungan modern. ”Kalau di sini orang turun temurun membuat perahu mulai dari bungkusnya dan baru kemudian kerangkanya tanpa menggunakan computer,” ungkap Hilmar. 
 
Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Kemendikbud memiliki tugas pokok memajukan kebudayaan nasional. Berkaitan dengan itu, Hilmar menambahkan untuk menjaga budaya pembuatan kapal yang saat ini sudah mulai berkurang, Kemendikbud berharap pemerintah daerah segera membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang budaya bahari. ”Pesan dari Mendikbud harus ada sesuatu yang dilakukan agar tradisi ini terus berkembang. Mungkin sudah waktunya kita punya sekolah yang mengajarkan budaya bahari agar Bulukumba ini sebagai salah satu pusat kebudayaan bahari di nusantara,” ungkap Hilmar. (lyn)

Kategori : Nasional

Komentar