MANOKWARI-Dua keluarga yang berdomisili di  Kampung Madrat Distrik Warmare Kabupaten Manokwari, bersitegang gara-gara  isu “suanggi”.  Jajaran Polsek Warmare, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, harus turun tangan untuk mendamaikan keluarga yang bersitegang ini. Babinsa Koramil 1703-04/Warmare, Kopda Ketut Chandra menuturkan, selaku bintara pembina desa, dirinya dituntut memperhatikan perkembangan daerah binaan serta masyarakat khususnya di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kamis (15/3), di daerah binaannya telah terjadi kesalahpahaman tentang dugaan penganut ilmu hitam atau suanggi yang dimiliki oleh salah satu keluarga. “Sehingga menimbulkan keributan antara dua keluarga yaitu keluarga Darius dan Sablom di kampung Madrat Distrik Warmare Kabupaten Manokwari,” tuturnya.

Upaya yang dilakukan  Babinsa untuk penyelesaian masalah di masyarakat, berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Polsek Warmare. Kopda Ketut Chandra dan Bhabinkamtibmas  berhasil mendamaikan  dua keluarga yang yang saling salah paham dengan memberikan penjelasan dan arahan. “Dengan penyampaian demikian akhirnya permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan damai dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Masing-masing keluarga berdamai disaksikan oleh warga Kampung Madrat yang hadir pada pertemuan penyelesaian masalah tersebut,” tuturnya.

Ketut menuturkan, dirinya sebagai Babinsa harus dekat dengan masyarakat karena dengan demikian segala permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan dengan cepat. “Sehingga tidak menjadi masalah yang semakin besar, tidak mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di masyarakat,” ujarnya. (lm)


Kategori : Berita Utama

Komentar