MANOKWARI-Pesawat Batik Air jenis Airbus 320-200 nomor registrasi  PK-LAJ yang salah satu rodanya terperosok ke luar landasan pacu Bandara Rendani Manokwari, Rabu (14/3) siang masih parkir di apron bandara. Kepala Bandara Rendani Manokwari, Wahyu Anwar mengatakan, pesawat dalam kondisi baik, namun perlu pemasangan kembali salah satu baut pada roda yang saat kejadian sengaja dilepas. “Kemarin saat  upaya evaluasi, salah satu sekrup dilepas sehingga harus dipasang kembali agar bisa terbang. Pesawat dalam kondisi bagus, dan ini memang pesawat baru sehingga kita sangat berhati-hati saat evakuasi,” kata Wahyu Anwar kepada wartawan di kantornya, Rabu (14/3).

Ka Bandara menuturkan, kecelakaan yang berbuntut pada penutupan bandara selama beberapa jam  untuk pesawat berbadan lebar, murni karena kelalaian manusia. Pilot terlalu melebar saat belok untuk persiapan take off. Akibatnya, roda bagian kanan keluar landasan pacu hingga terperosok ke tanah.

Menurut Wahyu Anwar, sebelum dan saat kejadian, kondisi landasan pacu bandara dalam keadaan baik, termasuk fasilitas serta cuaca cerah. “Perkiraan pilot yang salah, dikira roda masih di aspal ternyata sudah jatuh. Sering hujan dan bahu landasan agak lembek membuat rodanya tidak bisa naik. Kita lakukan evakuasi dengan alat bantu seperti mobil crane, plat besi dipinjam dari TNI-AL. Bahu membahu sehingga pesawat dapat dievakuasi,” tuturnya.

Wahyu bersyukur proses evakuasi pesawat berlangsung lancar, meskipun sempat mengalami kendala masalah peralatan.  “Sekitar pukul 19.15 tadi malam (Selasa malam,red) roda pesawat sudah berhasil naik ke aspal runway. Lalu pada pukul 19.40 pesawat sudah di apron,” katanya.

Wahyu menyebutkan, peristiwa terperosoknya pesawat Batik Air cukup berpengaruh pada aktifitas penerbangan di Bandara Rendani Manokwari saat kejadian. Pesawat Garuda yang sudah terbang dari Jayapura terpaksa mendarat di Sorong. Sedangkan dua pesawat berbadan kecil, Susi Air dan Wings Air dari Sorong tetap didaratkan, namun panjang landasan dikurangi dari 2.000 meter menjadi 1.500 meter.

Ka Bandara masih menunggu informasi dari Jakarta apakah perlu diturunkan tim KNKT (Komite Nasional Keselamatan Penerbangan) untuk melakukan penyeledikan kasus terperosoknya pesawat Batik Air ini. “Kita masih menunggu dari pusat,” tuturnya lagi. Mengenai 125 penumpang Batik Air nomor penerbangan ID-6155, telah ditangani pihak maskapai. Sebagian besar telah diterbangkan pada penerbangan Rabu pagi, namun ada juga yang batal terbang.

Pantauan Radar Sorong, Rabu pagi, terjadi kepadatan penupang di terminal bandara. Menurut Ka Bandara, kondisi seperti ini sudah hampir terjadi setiap pagi. “Ya, memang bandara kita ini kalau pagi sangat padat karena memang sebagian pesawat pagi,” ujarnya. (lm)


Kategori : Berita Utama

Komentar