SORONG- Menyambut HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-44, PPNI Provinsi Papua Barat akan menggelar Seminar dan Workshop bagi perawat dan mahasiswa yang tersebar di beberapa ka- bupaten dan kota se-Provinsi Papua Barat. Selain seminar dan Workshop juga akan dilaksanakan Khinatan (Sunatan) massal. Demikian dikemukakan Ketua PPNI Papua Barat, Kandidat Doktor, Naomi Netty Howay- ,SKM,M.Kes kepada Radar Sorong (14/3) melalui telepon seluler.

Sesuai tema HUT PPNI Tahun 2018 ini, “Gerakan perawat dalam mendukung, praktik keperawatan mandiri”, lanjut mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maybrat itu bahwa, tema seminar PPNI tahun ini, adalah optimalisasi peran perawat dalam memberikan pelayanan berkualitas pada lansia di rumah sakit dan komunitas. Sedangkan tema workshop adalah “diet pada lansia”.

Seminar dan workshop tidak hanya dilakukan di Papua Barat, tetapi agenda yang sama juga dilakukan serentak diseluruh Indonesia. Khusus di Papua Barat, bertu- rut-turut akan dilakukan seminar pada hari ini (15/3) di Manokwari, besok (16/3) di Kabupaten Sorong dan Fakfak, dan puncaknya (17/3) di Kota Sorong. 

Di Kabupaten Sorong, PPNI tidak melaksanakan Workshop tetapi dilaks- anakan kegiatan sosial, yakni Khitanan (sunatan) massal kepada anak-anak di Distrik Mayamuk. Kegiatan khitanan ini lanjut istri terkasih Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim,MM itu adalah bagian  dari aksi peduli wadah PPNI kepada warga masyarakat yang ada di distrik ini. Selanjutnya ketiga narasumber yang diundang PPNI Papua Barat untuk men- gisi seminar dan workhsop adalah, Kus- rini S. Kadar, S.Kp. MN,PhD, staf dosen keperawatan Universitas Hasanuddin Makassar, Ns. Isna Faradiba Putri, S.Kep staf keperawatan RS Universitas Hasa- nuddin Makassar dan A. Masyitha Irwan,S. Kep. Ns. MAN,PhD, staf dosen keperawatan Universitas Hasanuddin Makassar. Sebagai pimpinan tertinggi PPNI di Pro- vinsi Papua Barat, Naomi berharap kepa- da perawat dan juga mahasiswa supaya ikut mengambil bagian dalam seminar ini, karena selain pemateri dan materi yang sangat penting, juga peserta juga akan mendapat sertifikat yang miliki nilai 3 Satuan Kredit Partisipasi (SKP) untuk selanjutnya mendapatkan Surat Tanda  Registrasi (STR) Keperawatan. (ris)


Kategori : Sorong Raya

Komentar