INDIHOME
 

SORONG-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong, kemarin (9/3) menggelar dialog  dengan narasumber Prof DR Yusril Ihza Mahendra SH, M. Sc, kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Al-Akbar Convention Centre diikuti ratusan umat islam di Kota Sorong,  mengambil thema " Mereposisisi Peran Umat Islam Dalam Kancah Poltik"

Saat dilakukan dialog, Yusril mengatakan, umat islam  memiliki kontribusi dalam perpolitikan nasional. Hal tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata.  “Setiap masa dalam kondisi perpolitikan bangsa ini Islam selalu punya pengaruh yang besar. Salah satu penyebabnya adalah karena umat Islam menjadi penduduk mayoritas bangsa ini,”katanya.

Dia menerangkan, dalam ajaran Islam sangat dianjurkan agar penganutnya senantiasa memberikan kontribusi sebesar-besarnya untuk kepentingan orang banyak, bangsa, bahkan dunia. Penguasaan wilayah politik menjadi sarana penting bagi umat muslim agar bisa memberikan kontribusi bagi bangsa ini.

Dengan banyaknya tekanan kepada sejumlah umat islam, dirinya sangat menyayangkan hal tersebut, adanya pemikiran umat islam adalah teroris. Umat Islam dibuat benci terhadap sesama Islam atas nama terorisme.

“Orang yang dibuat marah lalu tidak marah adalah keledai. Konteks ini merupakan cerminan dari umat Islam yang dibuat marah oleh pihak lain yang selalu mencari-cari celah untuk menodai Islam atas nama kebebasan berekspresi dalam berpolitik,”tuturnya.

Dibeberkanya,  muncul berbagai Ideologi  seperti liberalisme, lesbianisme, demokrasi dengan tujuan agar orang Islam berkompromi bersikap lunak terhadap masalah aqidah, akhlak, muamalah, dan sebagainya. Jika tidak toleran dianggap sebagai Islam fundamfentalis, garis keras, dan radikal.

“Setiap muslim itu bersaudara meski berbeda gerakan dan jamaahnya. Karena urusannya bukan menyangkut tentang aqidah, tetapi tentang afiliasi. Apa pun gerakannya, tugas muslimin adalah meninggikan kalimat Allah,”pungkasnya.(raf)


Kategori : Metro

Komentar