INDIHOME
 

MANOKWARI-Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) terus mengembangkan kasus operasi tangkap tangan (OTT) terha­ dap 2 oknum pegawai negeri sipil (PNS) Disperindagkop UMKM Kabupaten Manok­ wari. Tim Penindakan yang dikoordinir Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP In­ dro Rizkiadi,S.IK, masih akan memeriksa 

sejumlah saksi termasuk ata­san kedua oknum PNS ini. Ada data yang cukup men­ cengangkan. Kapolres Manok­ wari AKBP Adam Erwindi, SIk, MH dalam jumpa pers, Rabu (7/3) membeberkan, kedua oknum tersebut bisa menda­ patkan uang Rp 70 juta per­ bulan dari hasil pungli terha­ dap para pedagang. Setiap kios/lapak di Pasar Wosi di­ tarik Rp 500.000 perbulan. “Jadi, dalam sebulan meng­ ambil 500 ribu untuk satu lapak atau kios. Masih melaku­ kan pengembangan berapa lapak kios yang menjadi sa­ saran selama ini. Dihitung­hi­ tung mereka bisa kumpulkan uang pungutan sekitar Rp 70 juta selama sebulan,” beber Kapolres yang didampingi Wakapolres Kompol Andi Mapparenta dan Kasat Reskrim serta tim penindakan Tim Saber Pungli.

Diketahui, kedua oknum PNS Disperindagkop UMKM be­ rinisial GW (37 tahun) dan MK (42 tahun) pada Senin (5/3) sore. Dari hasil peng­ embangan Tim Saber men­ angkap 1 oknum PNS lainnya berinisial Al. “Satu orang ini (Al) masih menjalani peme­ riksaan,” ujar Adam Erwindi.

Kapolres menjelaskan, GW dan MK sudah menjalankan aksi pungli terhadap sejumlah pedagang di Pasar Wosi sejak tahun 2017. Sedangkan Al ber­ aksi sejak 2015. Dapat diperki­ rakan berapa uang yang mere­ ka kumpulkan dari hasil pung­ li. “Ketiga­tiganya berperan sebagai pemungut. Mereka melakukan pungutan di luar dari sistem yang ada,” tuturnya.

Wakapolres selaku Ketua Tim Saber Pungli Manokwari me­ nambahkan, masih ada sejum­ lah saksi yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Tak menutup kemungkinan Kadis Perindagkop UMKM juga bakal dimintai keterang­ an. “Nanti kita kembangkan dan akan panggil Kadis Perin­ dagkop untuk dimintai kete­ rangan,” tandasnya.

GW dan MK ditangkap Tim Saber Pungli ketika menerima uang dari pemilik lapak/kios. Mereka pun digiring ke Mapol­ res untuk dimintai keterang­ an dan telah ditetapkan se­ bagai tersangka. Dari tangan keduanya, polisi menyita barang bukti uang tunai Rp 700.000 pecahan Rp 100.000 sebanyak 4 lembar dan peca­ han Rp 50.000 sebanyak 6 lembar serta buku catatan penagihan atau setoran dari pedagang Pasar Wosi.

Wakapolres menambahkan, hasil OTT ini telah dilaporkan ke Bupati Manokwari Demas P Mandacan selaku Pen­ anggung Jawab Tim Saber Pungli. Direkomendasikan, penangkapan 3 oknum PNS ini harus diproses hukum untuk memberi efek jera ba­ gi pegawai lainnya. “Pak Bu­ pati tidak mentolerir hal ini (pungutan liar),” tuturnya.

OTT di Pasar Wosi dilakukan berdasarkan laporan masya­ rakat. Wakapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Indro Riz­ kiadi, SIK selaku Koordinator Pokja Penindakan, Iptu J. Si­ manjuntak, SH (KBO/Anggo­ ta Pokja Penindakan), Aipda Alfian Luma, SH, Bripka Aslam Kasiran melakukan OTT. (lm)


Kategori : Berita Utama

Komentar