INDIHOME
 

FAKFAK–Bupati Fakfak Drs. Mohamad Uswanas, M.Si, saat memberikan sambutan pada prosesi peletakan batu pertama pembangunan Kantor Distrik Mbahamdandara Kampung Goras, mengatakan, pihaknya tidak akan rela sedikitpun tanah dan tapal batas Kabupaten Fakfak bergeser dan dirubah oleh siapapun. Jika ditemukan hal tersebut di lapangan maka permasalahan tapal batas wilayah akan diperjuangkan hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Bupati Uswanas dihadapan kepala Raja Arguni dan masyarakat kampung dipetuanan Raja Arguni, mengatakan saat ini Pemkab Fakfak sedang mengalami kondisi permasalahan mengenai tapal batas wilayah oleh karena itu akan segera diselesaikan.

“Saya tidak diijinkan ada patok di tanah datar itu digeserkan oleh siapapun, kalau penyelesaian tidak sesuai maka saya bawa masalah ini ke MK,” kata bupati seraya mengemukakan,patok tersebut bukan untuk kepentingan politik atau kepentingan siapapun namun patok antara Fakfak dan Bintuni itu sudah ditentukan oleh leluhur di tanah ini.

    Menurut Bupati Fakfak, persoalan tapal batas antara Fakfak dan Bintuni acuannya sudah sangat jelas, semestinya digunakan patok semasa perbatasan fakfak dan Manokwari, namun realitanya belum lama ini setelah pemekaran Kabupaten Bintuni ada perubahan tapal batas.

    Bupati Uswanas menambahkan, selain tapal batas antara Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni, pemerintah juga akan segera selesaikan batas antara Pemerintah Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Kaimana.

“Pemerintah pusat memberikan kesempatan kepada daerah yang memiliki batas wilayah bermasalah hingga 31 Juli 2018, apabila tidak selesai maka Departemen Dalam Negeri akan selesaikan,”ungkapnya.(ret)


Kategori : Lintas Papua

Komentar