INDIHOME
 

KAIMANA- Niat baik salah seorang ibu pemilik warung yang memberikan satu bungkus nasi kepada salah seorang anak, kemarin, akhirnya harus berurusan dengan aparat kepolisian. Pasalnya, nasi bungkus yang diberikan tersebut terdapat ulat di dalamnya. Karena mengetahui hal itu, orangtua dari anak tersebut dan beberapa penjual sayur lainnya mendatangi warung tersebut.

Pantauan Radar Sorong, terdapat puluhan penjual sayur mendatangi warung tersebut. Keributuan pun sempat terjadi di warung tersebut, namun akhirnya dapat diredakan oleh aparat Pos Polisi Pasar Krooy.

Kapolres Kaimana melalui Kapospol Pasar Krooy, Aipda Zainudin Renoat, yang berhasil dikonfirmasi di sela-sela penyelesaian masalah tersebut mengaku, jika persoalan ini hanya salah paham. “Terus terang, ini hanya salah paham saja. Kami sudah tanyakan kepada pemilik warung dan tidak bisa dipastikan, apakah ulat tersebut berasal dari makanan itu atau dari tempat lain, karena ini pasar, bisa jadi datang dari sayuran yang dijual,”terangnya.

Sementara itu, disinggung soal kronologisnya sehingga terjadi keributan tersebut, dia mengaku, kejadian ini bermula dari HS (32) sedang makan di warung miliknya. Saat sedang makan, datang salah seorang bocah. Karena merasa iba, HS akhirnya membungkus satu bungkus nasi kepada bocah tersebut.

“Namun tiba-tiba datang orangtua bocah tersebut ke warung milik HS sambil marah-marah, karena mereka menemukan ulat dalam nasi bungkus tersebut. Saat menunjukan nasi bungkus tersebut, HS langsung membuangnya ke tempat sampah, sehingga membuat orangtua bocah tersebut mengamuk. Namun, akhirnya bisa diselesaikan di tempat ini,”tegasnya.

HS yang berhasil dikonfirmasi mengaku, jika dirinya tidak punya niat jahat seperti yang disangkakan kepadanya oleh orangtua bocah tersebut. “Terus terang, yang saya makan itu pun sama seperti yang saya berikan kepada anak itu. Saya tidak bermaksud apa-apa, saya sangat sayang anak-anak, makanya tadi saya langsung memanggil dia dan memberikan makanan yang sama seperti saya makan itu kepadanya,” jelasnya dengan isak tangis.

Sementara, Renoat dalam keterangannya juga melanjutkan, jika dalam penyelesaian tersebut, pihak keluarga meminta denda atau ganti rugi sebesar Rp 1.500.000, namun HS berkeberatan dan meminta keringanan kepada keluarga bocah tersebut. “Jadi tadi sudah disepakati, uang ganti rugi hanya sebesar Rp 300.000, kami langsung serahkan kepada bocah tersebut dan disaksikan langsung oleh pihak kepolisian. Jadi masalah ini sudah diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak,”tegasnya.(nic)


Kategori : Kaimana

Komentar