INDIHOME
 

 KAIMANA-DPRD Kaimana berencana akan membentuk Panitia Khusus (pansus) penetapan daerah pemilihan, yang telah diuji publik oleh KPU Kaimana, pada 13 Februari lalu. Pasalnya, isu yang sedang beredar saat ini, usulan 3 draft yang dibawa KPU Kaimana ke KPU Papua Barat atas hasil uji publik lalu, salah satu draftnya tidak diakomodir oleh KPU.

Rusli Ufnia, Wakil dari PKB di DPRD Kaimana, dalam keterangannya kepada wartawan mengaku, jika terkait dengan isu tersebut, maka pihaknya akan segera membentuk panitia khusus untuk menelusuri terkait dengan penetapan dapil yang sedianya akan didorong ke KPU Pusat.

“Memang kita berencana akan membentuk pansus terkait dengan hal ini. Namun lebih jelasnya, nanti coba tanyakan ke Pak Ketua DPRD,” kata Rusli dalam keterangannya saat dikonfirmasi melalui saluran telepon selulernya, belum lama ini.

Hal senada pun disampaikan salah seorang anggota DPRD Kaimana, Anwar Kamakaula, saat ditemui, beberapa waktu lalu di Gedung DPRD. “Memang kemarin ada koordinasi dari DPRD dengan Panwaslu terkait dengan persoalan tersebut. Karena kami dengar, bahwa apa yang sudah ditetapkan saat uji publik kemarin, ternyata tidak masuk dalam usulan ke KPU Pusat,” katanya.

Dia pun mengaku, DPRD juga berencanakan akan membentuk Pansus untuk mencermati persoalan tersebut. “Memang kita masih sekedar koordinasi terkait dengan hal itu. Jika memang itu benar, maka kita akan mendorong pembentukan Pansus ini,” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner Devisi Teknis KPU Kaimana, Junizar Hengky Airori, yang berhasil dikonfirmasi melalui saluran telepon selulernya mengatakan, hingga saat ini memang terkait dengan Dapil belum diusulkan oleh KPU Papua Barat ke KPU RI.

“Tidak benar itu, karena saat ini KPU Papua Barat masih fokus dengan gugatan PBB. Memang dalam usulan dapil ini, saat kita bahas di KPU Papua Barat, Kami juga mengundang partai politik untuk ikut mengawalnya, sehingga transparansi dalam pengusulan dapil ini ke KPU di tingkat atas. Terus terang, bahwa saat ini memang sudah ada dua draft, namun hal itu belum dapat kita sampaikan, terkait dengan dua draft dapil mana yang akan diusulkan ke KPU Pusat,” tegasnya.

Disinggung soal adanya rencana DPRD Kaimana akan membentuk Pansus Dapil untuk menelusuri persoalan ini, kata dia, tidak perlu dibentuk Pansus, karena hal ini masih di meja KPU Papua Barat. “Tidak perlu membentuk Pansus, karena jangan habiskan uang rakyat untuk bentuk Pansus. Kita akan lakukan pertemuan dengan KPU Papua Barat setelah putusan gugatan PBB yang akan dilaksanakan pada 14 Maret mendatang. Nanti setelah itu, barulah diusulkan ke KPU Pusat,” tegasnya.

Sedangkan Ketua Panwaslu Kaimana, Karolus Kopong Sabon, SE yang juga berhasil dikonfirmasi, kemarin di kediamannya, membenarkan pihaknya didatangi oleh dua anggota DPRD Kaimana, untuk koordinasi terkait dengan Dapil. “Benar, mereka datang hanya sekedar koordinasi saja. Informasi yang mereka dapatkan, bahwa terkait dengan dapil yang diusulkan ke KPU Papua Barat pasca uji publik tersebut, salah satu draftnya, yakni dapil lama tidak diakomodir di Provinsi. Memang mereka juga pertanyakan, karena draft tersebutlah yang paling banyak disetujui,” akunya.

Kopong dalam kesempatan tersebut pun mengaku, jika hasil pleno di tingkat Provinsi, Panwaslu Kabupaten Kaimana hingga saat ini belum mendapatkannya. “Jadi saya jelaskan hal itu ke dua anggota DPRD tersebut, bahwa hasilnya kami belum dapatkan. Untuk itu, saya pun akhirnya melakukan koordinasi dengan KPU Kaimana. Dari penjelasan KPU Kaimana, bahwa dapil yang dipertentangkan ini dan tidak sempat diakomodir itu, tidak benar. Yang benar itu, draft dapil lama ini masih tetap diakomodir oleh Provinsi. Nanti kami akan rapat koordinasi di tanggal 3 Maret mendatang. Dalam kesempatan ini, nanti akan kami jelaskan, duduk persoalannya,” katanya lagi.

Informasi yang diterima koran ini, dikhabarkan, dua dapil yang telah ditetapkan oleh KPU Provinsi Papua Barat, yakni draft 1 dan 2, sementara draft 4 yakni dapil lama pada Pileg 2014 lalu, tidak diakomodir lagi.    

Sementara itu, dalam uji publik yang terjadi di Grand Papua Hotel, Februari lalu, terdapat 3 draft yang telah disepakati bersama, dari empat yang diusulkan oleh KPU tersebut yakni, draft pertama, meliputi daerah pemilihan, Kaimana 1, kecamatan Kaimana A (Kaimana Kota) dengan jumlah penduduk sebanyak 18.649 orang, dengan quota perolehan kursi, sebanyak 6 kursi. Kaimana 2, Kecamatan Kaimana B (Krooy) dengan jumlah penduduk sebanyak 11.312 orang, dengan quota perolehan kursi, sebanyak 4 kursi. Kaimana 3, Kecamatan Kaimana C (meliputi beberapa kampung yang ada di kawasan Mairasi) dengan jumlah penduduk sebanyak 12.116 orang, dengan quota perolehan kursi, sebanyak 3 kursi. Kaimana 4, meliputi Kecamatan Buruway, Teluk Etna dan Yamor, dengan jumlah penduduk sebanyak 9.361 orang, dengan quota perolehan kursi, sebanyak 3 kursi.

Kaimana 5, meliputi Kecamatan Teluk Arguni Atas, Kambrau dan Teluk Arguni Bawah, dengan jumlah penduduk sebanyak 9.923 orang, dengan quota perolehan kursi sebanyak 3 kursi.

Draft kedua, meliputi daerah pemilihan Kaimana 1, Kecamatan Kaimana A (Kaimana Kota sampai Kampung Oray) dengan jumlah penduduk sebanyak 22.159 orang, dengan quota perolehan kursi, sebanyak 7 kursi. Kaimana 2, Kecamatan Kaimana B (kampung Murano sampai Coa) dengan jumlah penduduk sebanyak 19.927 orang, dengan quota perolehan kursi, sebanyak 7 kursi. Kaimana 3, meliputi Kecamatan Teluk Etna, Yamor dan Buruway, dengan jumlah penduduk sebanyak 9.361 orang, dengan quota perolehan kursi, sebanyak 3 kursi. Kaimana 4, meliputi Kecamatan Teluk Arguni Atas, Teluk Arguni Bawah dan Kambrau, dengan jumlah penduduk sebanyak 9.923 orang, dengan quota perolehan kursi, sebanyak 3 kursi.

Draft keempat, meliputi daerah pemilihan Kaimana 1, Kecamatan Kaimana A (Kaimana Kota) dengan jumlah penduduk 18.649 orang, dengan quota perolehan kursi, sebanyak 6 kursi. Kaimana 2, Kecamatan Kaimana B (Krooy sampai Oray) dengan jumlah penduduk sebanyak 23.457 orang, dengan quota perolehan kursi, sebanyak 8 kursi. Kaimana 3, meliputi Kecamatan Teluk Etna, Yamor dan Buruway, dengan jumlah penduduk sebanyak 9.361 orang, dengan quota perolehan kursi, sebanyak 3 kursi. Kaimana 4, meliputi Kecamatan Teluk Arguni Atas, Teluk Arguni Bawah dan Kambrau, dengan jumlah penduduk sebanyak 9.923 orang, dengan quota perolehan kursi, sebanyak 3 kursi.(nic)


Kategori : Kaimana

Komentar