INDIHOME
 

KAIMANA-Kondisi bangunan asrama SMP Negeri Kambala, saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Bangunan asrama yang dibangun sejak tahun 2006 tersebut, sudah mulai rusak dimakan usia. Bahkan, seluruh tempat tidurnya sudah tidak dapat dipergunakan lagi.

Kepada wartawan kemarin, Kepala SMP Negeri Kambala, Martina Sesa, S.Pd, mengaku, jika kondisi asrama SMP Negeri Kambala hingga saat ini belum diperbaiki. Hal itu menyebabkan pihaknya harus melakukan berbagai cara sehingga sebanyak 40 anak asrama tersebut bisa tinggal untuk tetap bersekolah di SMP Negeri Kambala.

“Dari jumlah tersebut, kita bagi dua, yakni untuk putra kami tempatkan di asrama yang saat ini sudah ada, sementara untuk putri, kami tempatkan di dua rumah guru yang tidak dipergunakan. Dan meski kondisinya memprihatikan, namun asrama itu tetap dijalankan selama ini,” akunya.

            Dia mengaku, jika dari 66 siswa yang menuntut ilmu di SMP Negeri Kambala, hanya 75 persen saja yang masuk asrama. “Untuk makan minum dan semua kebutuhan di Asrama selama ini kita mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Kami menerima bantuan itu hamper Rp 500 juta anggarannya untuk satu tahun. Kami sangat berterimakasih atas bantuan ini,” ujarnya.

            Dia pun mengaku, meski dengan keterbatasan sarana dan fasilitas tersebut, namun dia pun mengaku, pendidikan dan pengajaran tetap dilaksanakan di asrama tersebut. “Kita memang tetap mendorong agar asrama ini harus disiplin. Tidak ada perbedaan antara suku agama dan lain-lain. Semua menghuni asrama sebagai keluarga yang besar. Untuk itu, mereka kita ajarkan kebersamaan,” tukasnya.

            Untuk menjamin kenyamanan dan keamanan di asrama, kata dia, pihaknya pun telah bekerja sama dengan Polsek Buruway. “Kami menulis surat ke Polres Kaimana dan sudah mendapatkan persetujuan, sehingga satu personil ditempatkan di asrama untuk melakukan pengontrolan, agar anak-anak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, seperti belajar dan disiplin dari dini. Kita pun berharap agar mereka bisa mandiri, ketika berada di asrama,” tegasnya.

Dia pun mengaku, jika dalam pelatihan yang dibuat, banyak anak yang begitu antusias mengikutinya. “Kita perlahan mendidik mereka untuk bisa mandiri. Ada kegiatan ekstra yang kami lakukan seperti kerja bakti pada setiap Sabtu dan juga penyiraman rohani dari para tokoh agama setempat. Dengan berbagai kegiatan ini, kami berharap mereka bisa dilatih untuk hidup mandiri,”kata wanita asli Sorong Selatan ini.

Dia pun mengaku, meski pun disiplin diterapkan pihaknya, namun mendapatkan respon yang baik dari masyarakat, terutama orangtua yang menitipkan anak-anaknya di asrama. “Untuk itu, jika boleh kami diberikan bantuan bangunan asrama yang baru, yang lebih representatif, sehingga bisa membina siswa di sekolah tersebut untuk menggapai masa depan mereka, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini. Kami berharap juga dibangun satu asarama putri, sehingga bisa menampung siswi di sana,”harapnya lagi.(nic)


Kategori : Kaimana

Komentar