INDIHOME
 

KAIMANA-Seorang pemuda berinisial FK (29), akhirnya harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, pemuda yang akhirnya diketahui merupakan warga Distrik Yamor. Ia mendatangi Polres Kaimana dengan tujuan meminta pihak Kepolisian menyelesaikan suatu perkara yang sementara itu telah ditangani oleh Polres Kaimana.

“Benar bahwa kita sudah menahan yang bersangkutan untuk kemudian kita periksa sesuai dengan perkara yang disangkakan kepadanya,” aku Kapolres Kaimana, melalui Kasat Reskrim AKP Walman M. Simalango, SH, kepada wartawan di ruang kerjanya, baru-baru ini.

“Jadi pada saat itu, pelaku mendatangi Polres untuk menanyakan tentang proses hukum yang sementara itu ditangani oleh Polres Kaimana. Namun yang bersangkutan datang dengan nada marah-marah sambil mengeluarkan kata-kata kasar. Saat marah-marah, yang bersangkutan sempat ditanyai oleh salah seorang petugas. Namun masih juga yang bersangkutan marah. Meski demikian, mereka arahkan ke Satuan Reskrim, karena kasus ini kami yang tangani,” katanya.

Saat berada di ruang Reskrim, lanjut Kasat, yang bersangkutan masih marah. “Jadi karena saya mendengar keributan, akhirnya saya sendiri langsung berhadapan dengan yang bersangkutan. Saya pun bertanya kepada yang bersangkutan, namun dirinya masih terus marah dan berteriak bahwa saya mau masalah itu diselesaikan secepatnya. Karena permintaan seperti itu, saya pun berusaha untuk menenangkan yang bersangkutan. Memang ada beberapa penyidik yang keluar dan hendak mengamankannya, namun mendapat perlawanan. Bahkan saat kami berusaha untuk menenangkan yang bersangkutan, malah dia mencoba mencabut senjata tajam yakni sebilah parang di balik jacket yang dia kenakan,” aku Kasat lagi.

Melihat pria tersebut mencabut senjata tajam, lanjut Kasat, beberapa petugas polisi langsung bergerak dan berhasil meringkusnya. “Setelah berhasil kita ringkus di ruang Satuan Reskrim, kita pun berhasil mengamankan sebilah parang milik pemuda tersebut. Untuk sementara ini, kepada yang bersangkutan kita masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dengan kasus ini. Dan terhadap yang bersangkutan, kita kenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” tegasnya.(nic)


Kategori : Kaimana

Komentar