INDIHOME
 

Selama ini hanya memperbaiki kapal, PT.Pertamina (Persero) Dockyard Sorong untuk pertama kalinya membuat kapal. Jika sebelumnya jadi tempat dock khusus kapal-kapal milik Pertamina, kini Pertamina Dockyard Sorong dituntut berbisnis untuk menghasilkan profit. Karena itu, kapal pihak ketiga dan milik swasta juga bisa melakukan perbaikan di Dockyard Sorong.

NORMA FAUZIA MUHAMMAD, Sorong

PERTAMA kalinya sejak tahun 1974, PT. Pertamina (Persero) Dockyard Sorong di tahun 2018 ini akan mem- bangun 2 kapal kepil (mooring boat). Kapal ini merupakan sarana bantu pemanduan, khususnya dalam penamba- tan (sandar) lepas kapal yang dipandu dalam berolah-gerak di perairan wajib pandu, pe- rairan pandu luar biasa dan perairan di luar perairan wa- jib pandu khususnya untuk kapal yang panjangnya lebih dari 30 meter. Marine Services Manager PT.Pertamina, Nindya Wasisto baru-baru ini mengunjungi Pertamina Dockyard Sorong. Kunjungannya untuk mem- berikan motivasi tambahan kepada karyawan-karyawan PT Pertamina Dockyard Sorong agar pembangunan 2 unit kapal mooring boat bisa suk- ses. Mengapa, karena mem- bangun kapal baru merupakan program untuk pertama kalinya dijalankan Pertamina Doc- kyard Sorong.

Pembuatan kapal bukan pekerjaan yang mudah, ter- masuk pekerjaan yang sangat berat. Target-target yang ting- gi dengan kualitas yang baik, hanya bisa dicapai dengan cara kerjasama dan kekom- pakkan serta semangat.  Wasisto mengharapkan, dengan membangun 2 unit kapal baru, semua karyawan  Pertamina Dockyard Sorong, mendapatkan pengalaman berharga. Paling tidak bisa me- mahami bahwa membangun kapal baru merupakan sesua- tu yang sangat penting. “Jika mereka sudah mempunyai kepercayaan diri bisa mem- bangun 2 unit kapal mooring boat yang baru, maka mereka tidak ada keraguan untuk mem- bangun kapal-kapa yang lebih besar,” kata Nindya Wasisto.

Selain membangun kapal baru untuk pertamakalinya di tahun 2018 ini, tahun ini juga ada program-program baru yang akan dilaksanakan oleh pihak Pertamina Docky- ard Sorong, diantaranya merawat kapal-kapal gas. Program ini juga merupakan pertama kalinya dilakukan di Dockyard Sorong.

Nindya Wasisto menilai Dockyard Sorong merupakan cikal bakal sehingga PT. Pert- amina mempertahankannya. Dockyard Sorong kini bukan hanya me-maintenance ka- pal-kapal milik Pertamina saja, namun kapal-kapal mi- liki pihak ketiga dan milik swasta, kini juga bisa diper- baiki di Pertamina Dockyard Sorong. Karena itu, fasilitas-fa- silitas di Pertamina Dockyard Sorong akan terus dikembang- kan, termasuk lingkungan yang akan diperhatikan terkait limbah-limbah bagaimana dikelolah limbah tersebut agar ramah lingkungan.

“Kalau hal ini bisa diatur dengan baik, maka itu juga mempunyai nilai lebih untuk kompetensi Dockyard Sorong. Dockyard Sorong merupakan dock yang penting karena memiliki fasilitas yang cukup besar di Indonesia Timur den- gan graving dock ukuran GT yaitu ukuran yang besar yaitu 10.000 DWT,” jelasnya.

Head of Dockyard Sorong, Daniel Tampubolon menga- takan, untuk pembangunan 2 unit kapal baru jenis mooring boat dan rencana masuknya kapal gas yang dipecayakan untuk diperbaiki di Dockyard Sorong pada akhir Maret 2018, tentunya merupakan hal yang sangat dibanggakan.

Daniel menjelaskan, semen- jak tahun 1974, Dockyard Sorong belum pernah membuat atau membangun kapal baru dan hal ini merupakan breakthrought karena keberadaan Dockyard Sorong sebenarnya untuk ma- intenace kapal-kapal milik Pertamina yang beroperasi di Indonesia Timur.

Daniel menjelaskan, PT. Pertamina (persero) Dockyard Sorong sekarang dituntut un- tuk melakukan bisnis dan profit sehingga dibuat kapal mooring boat untuk opera- sioanal penyandaran dan mobilisasi peralatan-perala- tan dari tanker ke darat dan sebaliknya. “Kapal ini adalah milik Pertamina dan Perta- mina design untuk Pertamina  di lokasi yang membutuhkan. Rencananya 2 bulan dan 2 kapal mooring boat kurang lebih dananya Rp 3 miliar untuk design, mesin dan other system,” katanya.

Antusiasme dan semangat karyawan Pertamina Docky- ard Sorong dengan adanya program pembuatan kapal baru, dan sangat mendukung sekali sehingga pekerjaan akan dimaksimalkan dan di- harapkan targetnya tercapai. “Jadi, dengan adanya Docky- ard Sorong kita akan promo- sikan di Papua Barat ini dapat memperbaiki kapal-kapal pihak ketiga selain kapal mi- lik Pertamina karena kami ada graving dock,” jelasnya. (***)


Kategori : Features

Komentar