INDIHOME
 

Gunung Petik Bintang yang tengah viral di media sosial, menjadi tujuan spot liburan saya dan kelima rekan saya. Bermodalkan nekat, kami berenam melintasi perjalanan panjang lebih kurang 10 jam lamanya menuju spot wisata alam yang sangat mempesona tersebut.

NAMIRAH HASMIR, SORONG

SABTU (3/3) pagi, Kota Sorong diguyur hujan. Cuaca yang kurang bersahabat tak menyurutkan semagat kami untuk pelisir keluar Kota Sorong, berekreasi sejenak, mumpung lagi libur kerja. Tujuan kami hari itu, Gunung Petik Bintang yang ber­ lokasi di Kampung Konja Distrik Aifat Ut­ara Jauh Kabupaten Maybrat.

Ya, spot wisata alam Kabupa­ ten Maybrat ini sedang viral di media sosial, menarik ha­ ti kami mengunjunginya.

Perjalanan yang begitu jauh, mengharuskan kami mem­ persiapkan diri lebih aman dan membawa perlengkapan yang cukup. Mengendarai 3 motor, saya dan kelima teman saya, Aji, Iis, Hendra, Risman dan Joko, kami bertolak dari Kota Sorong setelah hujan reda. Setelah semuanya ngum­ pul di rumah rekan yang ber­ lokasi di kompleks Melati Raya, kami memulai perjalanan sekitar pukul 12.00 WIT, lebih lambat 3 jam dari waktu yang kami sepakati sebelumnya.

Sempat singgah di alun­alun Aimas Kabupaten Sorong untuk berdoa agar perjalanan kami selama hingga sampai di tujuan, lebih kurang 1 jam perjalanan, kami tiba di Kla­ mono, tempat pemberhenti­ an kami yang kedua. Di Kla­ mono, kami menambah per­ bekalan dan mengisi bensin untuk nanti kami gunakan untuk perjalanan pulang. Se­lain itu, juga kami manfaatkan untuk melepas penat.

Kurang lebih setengah jam, perjalanan kami lanjutkan. Kali ini, perjalanan kami agak panjang hingga tiba di pem­ berhentian ketiga di persim­ pangan jalan menuju Sorong Selatan dan Maybrat sekitar pukul 16.00 WIT. Di pember­ hentian ini, selain rehat, juga kami manfaatkan untuk men­ gisi ‘kampung tengah’ agar rasa lapar yang mendera se­ lama perjalanan, terobati.

Kami kemudian melanjutkan perjalanan melalui Ayamaru, Aitinyo lalu tiba di Aifat. Se­ panjang perjalanan, kami menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak sekaligus untuk bertanya kepada warga setempat, serta mengisi ulang tangki bensin yang terkuras selama perjalanan. Harga bensin cukup beragam, mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu perbotol.

Di tempat­tempat persing­ gahan, kami bertemu dan berdialog dengan warga yang sangat ramah, dan juga me­nunjukkan jalan menuju spot tempat tujuan kami. Perjalanan yang kami lewati merupakan jalan trans Papua Barat yang menghubungkan Kota Sorong dan Manokwari dengan melewati 3 Kabupaten, Ka­ bupaten Sorong, Sorong Se­ latan dan Maybrat. Jalan yang umumnya membelah hutan hampir seluruhnya telah be­ raspal, sehingga memudahkan kami yang menggunakan motor untuk melintasinya. Kendati demikian, di beber­ apa titik jalan, mengharuskan kita untuk berhati­hati, apa­ lagi jalur trans Papua Barat yang begitu meliuk dan me­ nanjak.

Sekitar pukul 21.00 WIT, ra­ sa lelah semakin mengham­ piri kami. Meski sempat ragu melanjutkan perjalanan, namun cahaya bulan purna­ ma yang begitu terang dan terasa begitu dekat, seperti memberikan kami energi ba­ ru. Dengan penuh semangat kami geber motor melanjutkan perjalanan, hingga akhirnya sekitar pukul 22.00 WIT, den­ gan diterangi cahaya purnama, kami melihat keindahan alam yang begitu mempesona. Dataran tinggi dipenuhi awan dengan cahaya bulan dan bintang diatas langit. Indah sekali. Kami bersyukur, per­ jalanan untuk mencapai spot wisata yang sangat mempe­ sona ini tak sia­sia.

Sesaat, kami berenam men­ cari lokasi yang pas untuk mendirikan tenda. Setelah itu, kami membagi tugas. Seba­ gian mencari kayu bakar un­ tuk menghangatkan badan, yang lainnya mendirikan tenda dan memasak. Keinda­ han alam Gunung Petik Bin­ tang ini tiada taranya. Deng­ an udara yang begitu dingin dari sentuhan butir­butir air yang dibawa awan, membuat kami merasa sedang berada di pelukan awan.

Malam berlalu berganti fajar di hari Minggu (4/3). Di tem­ pat kami mendirikan tenda, ternyata merupakan tempat berkumpulnya awan, sehing­ ga matahari pagi yang sudah mulai menyapa sekitar pukul 06.00 WIT, cahayanya masih tertutup awan. Ingin menik­ mati sunrise, kami menaiki tanjakan yang lebih tinggi, sehingga menampilkan pe­ mandangan yang sangat spek­ takuler. Matahari seperti baru terbangun dari tidurnya, per­ lahan­lahan menyembul dari balik awan, pemandangan dan suasananya begitu indah, mem­ buat kami menghabiskan wak­ tu berlama­lama untuk menga­ badikan momen­momen indah di pagi hari yang cerah dengan lensa kamera.

Sekitar pukul 09.00 WIT, awan mulai menipis, terkalahkan oleh cahaya mentari yang mulai meninggi. Puas menik­ mati keindahan Gunung Petik Bintang di malam dan pagi hari, kami memutuskan untuk balik kanan. Bergegas kami berenam beres­beres perala­ tan, setelah itu starter motor tanpa meninggalkan sedikit­ pun sampah, karena alam yang indah tak hanya untuk dinik­ mati, tetapi juga harus dijaga, salah satunya dengan tidak mengotorinya.

Bagi para traveler yang lain, momen terbaik menikmati keindahan alam di Gunung Petik Bintang Aifat Kabupaten Maybrat, di malam yang cerah berbintang, di pagi saat mata­ hari terbit ataupun di sore ha­ ri saat mentari perlahan tengge­ lam. Perjalanan yang begitu jauh dengan waktu tempuh kurang lebih 10 jam, mening­ galkan cerita baru bagi kami tentang keindahan alam tanah Papua khususnya di bumi A3 Kabupaten Maybrat. (***)


Kategori : Features

Komentar