INDIHOME
 

PENIUP saksofon band legendaris asal Papua Black Brothers, David Rumagesan, meninggal dunia di RS Pertamina Pusat, Jakarta, pada hari Jumat (23/2) sekitar pukul 15.43 WIB aki- bat serangan jantung yang dideritanya bela- kangan ini. Jenazahnya telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Rufei Kota Sorong pada Sabtu (24/2) sekitar pukul 15.30 WIT. Orang Papua sangat kehi- langan atas kepergian musisi legendaris ini, karena Dullah Yunus ~sapaan akrabnya~ tidak ada duanya. 

Suasana duka sangat terasa saat Radar Sorong mendatangi kediaman almarhum Abdul- lah Yunus alias David Ruma- gesan di Gang NN Kilometer 9,5 Sabtu (24/2) sekitar pukul 07.00 Wit. Tenda telah terpa- sang rapi, begitupun kursinya, para sanak saudara, masih terlihat bersedih. Sosok ayah yang selalu memberikan ka- sih sayang yang tulus itu kini telah menghadap sang Ilahi.

Di mata Abdi Reza Fachlewi, anak pertama almarhum, al- marhum merupakan sosok yang sederhana, orang tuanya tersebut adalah sosok yang tidak pernah mengungkapkan perasaaannya secara langsung terhadap anak-anaknya yang lain kecuali dirinya. Sehingga dirinya dipersiapkan sebagai penanggung jawab dalam keluarganya. ”Saya satu-sa- tunya anak yang hidup den- gan almarhum, dari segala macam masa,” kata Reza panggilan akrabnya.

Menurut Reza, Almarhum adalah sosok yang tegas dalam mengasuh anak-anaknya da- lam menjalankan pendidikan. “Bapak orangnya malas tahu, saking malas tahunya dia tidak pernah melarang anaknya untuk berbuat apa saja. Dia pernah bilang ke saya, kalau kau mau tato silahkan tato bapak tidak larang. Tapi, kalau masalah pendidikan Bapak sangat tegas sekali, dia selalu bilang ko sekolah e, ko mau jalan kemana yang penting sekolah,” katanya.

Diakui Reza, semasa hidup- nya almarhum mempunyai semangat tinggi dalam meng- hadirkan suasana nyaman dalam rumah tangga. Meski- pun, kata Reza sang Ayah yang telah beberapa kali berumah tangga. Namun dirinya yang menjadi anak pertama tidak pernah terlupakan.

Lelaki yang berprofesi seba- gai jaksa ini kembali mengen- ang kebersamaan saat ma- sa-masa terakhir bersama almarhum, dimana sebelum almarhum pergi meninggalkan semua yang ada di dunia un- tuk selama-lamanya, almar- hum mengatakan sangat bangga mempunyai anak seperti dirinya, almarhum sayang sama dirinya, almarhum sangat mengharapkan dirinya.

Dia mengatakan tidak men- dapatkan firasat secara lang- sung menjelang Almarhum pergi meninggalkan dirinya untuk selama-selamanya, hanya sebuah firasat sekitar 3 minggu yang lalu, yaitu al- marhum menyuruh seluruh keluarga besar untuk berkum- pul di rumah mereka yang terletak di Cirebon saat almar- hum masuk ICU.“Saat itu almarhum katakan bahwa, kalau abang Reza mempunyai sedikit rezeki, bapa ingin ke Sorong, kalau tidak ada biar bapa di Cirebon saja. Mungkin itu adalah tanda-tanda Almarhum ingin pergi,” katanya.

Pengalaman tak terlupakan juga dialami oleh para tetang- ga sekaligus pengagum almar- hum, Alam, dia mengatakan almarhum adalah salah satu pencipta lagu yang sudah di- katakan sangat legendaries di Indonesia bahkan ada lagu-lagu almarhum yang mendunia. “Gadis Billiard, Mange-Mange, Humbelo, Saman Doye dan Amapondo adalah lagu beliau yang sangat mendunia,” ka- tanya.

Dirinya saat itu berada di Jakarta, begitu kaget saat di- rinya mendapat kabar bahwa almarhum telah tiada. Men- dapat kabar tersebut, dirinya langsung memastikan kabar tersebut dengan menelpon anak almarhum. Mendengar kabar tersebut benar adanya 

dan akan dikuburkan di Kota Sorong, dirinya pun ikut ter- bang menggunakan pesawat untuk hadir di pemakaman almarhum.

Dirinya dan almarhum per- nah berbuat janji saat almar- hum dan group band meng- adakan konser dalam acara syukuran Bupati Sorong Johny Kamuru di Alun-alun Aimas, dimana saat itu almarhum meminta jika umur panjang pada 2018 ini, kalau ada wak- tu dan rejeki, almarhum meng- ajak dirinya untuk pergi ke Manado untuk melihat makam Hengky MS yang telah me- ninggal dunia duluan.“Semua hanya rencana, Tuhan punya kehendak lain. Biarlah almar- hum tenang di alam yang berbeda,”ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sorong DR. Johny Kamuru, SH,M.Si mengatakan bahwa almarhum orangnya baik, humoris, dan pada waktu Pemkab Sorong ulang tahun dan syukuran dilantiknya Bupati – Wakil Bupati Sorong tahun lalu al- marhum mengisi acara. “Orang Papua sangat kehilangan al- marhum, bahkan Indonesia kehilangan musisi terbaik, almarhum ini setara musi- si-musisi papan atas seperti Ahmad Albar dan lainnya. Almarhum pencipta lagu Humbelo, dengan mening- galnya almarhum maka saat ini tidak ada yang bisa meny- anyikan lagu Humbelo seba- gus almarhum. Saya merasa sangat kehilangan. Black Brothers ini adalah pahlawan, yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.,”ujar Bupati Johny Kamuru.

Dua orang personil Black Brothers sudah meninggal, yaitu Hengky MS dan David Rumagesan. Semua meng- apresiasi kiprah mereka, kare- na telah mengangkat harkat dan martabat orang Papua. “Saya terakhir ketemu sebulan lalu, waktu almarhum dirawat di rumah sakit kita juga ban- tu, semoga almarhum tenang di tempat peristirahatan ter- akhirnya,”ujar bupati. (***)


Kategori : Features

Komentar