INDIHOME
 

AIMAS – Guna meningkatkan pengetahuan kepala sekolah tentang tata cara pelaporan keuangan yang sistematik dan akuntabel, program kemitraan STKIP Muhammadiyah Sorong dan Unicef yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, melaksanakan pelatihan Laporan Keuangan Terpadu (LKT), Sabtu (17/2) di ruang Meeting Kampus STKIP Muhammadiyah Sorong.

  LKT bagi 20 kepala sekolah di wilayah sasaran program penguatan baca tulis kelas awal di wilayah pinggiran dan terpencil Kabupaten Sorong, merupakan dukungan DFAT-UNICEF mitra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong dan STKIP Muhammadiyah Sorong yang menghadirkan konsultan Unicef sebagai pemateri.

  Kegiatan LKT tersebut dibuka oleh Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong, Drs.H. Rustamadji, M.Si yang dalam sambutannya mengungkapkan harapan kepada para peserta LKT agar dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh pemateri dengan baik. Sehingga, ilmu yang diperoleh dalam pelatihan tersebut dapat diaplikasikan di sekolah masing-masing. “Saya harap, ilmu yang didapat dari sini dapat diterima dengan baik,” ucapnya.

  Pada pelatihan tersebut, turut dihadiri Program Manager, Nursalim, M.Pd yang menyampaikan beberapa hal terkait kegiatan pelatihan yang diikuti oleh kepala sekolah tersebut.

  Konsultan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Unicef, Hendro Yudi Hariyanto menjelaskan bahwa pelatihan LKT adalah pelatihan tindak lanjut dari pelatihan sebelumnya tentang Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang telah dilaksanakan pada Juli 2017 lalu.

  “Sebelumnya kami melakukan pelatihan perencanaan sekolah lima tahunan maupun satu tahun. Nah sekarang ini adalah pelatihan untuk bagaimana melaporkan dari perencanaan tersebut. Kalau kemarin kita merencanakan, sekarang kita membikin laporan dari perencanaan yang sudah di rencanakan,” jelas Hendro yang didampingi rekan konsultan Unicef, Lutfi Firdaus.

  Hendro menyatakan, dengan menyusun LKT akan menimbulkan kepercayaan. Dimana, Kepala sekolah dan dewan guru lebih transparan dan akuntabel dalam melaporkan keuangan. Menurutnya, jika sekolah memiliki tata kelola yang baik, maka peran serta masyarakat akan pendidikan pun akan jauh lebih baik. “Peran dari kepala kampung dalam rangka mendukung sekolah juga akan lebih baik,” ujarnya.

  Pelatihan Laporan Keuangan Terpadu mencakup banyak hal, diantaranya dana yang bersumber dari Dana BOS Pusat, dana BOSDA, dana kampung, CSR, dan sumber dana lain yang diterima sekolah. “Karena apapun sumber pendanaan itu harus dilaporkan,” tegas Hendro.

  Dalam menyusun Laporan Keuangan Terpadu (LKT) peserta dikenalkan dengan aplikasi khusus. Tentu saja, dengan menggunakan aplikasi yang telah disusun tim Unicef, kepala sekolah akan lebih mudah untuk menyusun laporan. Data penerimaan dan pengeluaran keuangan sekolah juga akan tersimpan dengan aman. (nam)


Kategori : Sorong Raya

Komentar