INDIHOME
 

FAKFAK-Seorang ayah biadap berinisial RU (43) yang telah menyetubuhi anak angkatnya hingga hamil akhirnya harus menjalani sisa – sisa hidupnya di balik jeruji besi selama 10 tahun penjara.

RU duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Fakfak sambil mendengar amar putusan ajelis hakim, yang diketuai Heru Hanindio, SH, MH, LLM dengan anggota Irvino, SH dan Agus Eman, SH, memutuskan vonis 10 tahun penjara kepada terdakwa.

Selain menjatuhi hukum penjara 10 tahun meringkuk di balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatn Fakfak, majelis hakim juga menjatuhi hukuman denda sebesar Rp 200 juta terhadap terdakwa RU subsider 6 bulan kurungan.

 Dalam amar putusan majelis hakim, menilai perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal 81 ayat 2 Undang – Undang Perlindungan Anak No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang – Undang nomor 23 tahun 2002.

Perbuatan yang memberatkan terdakwa yakni mengakibatkan anak angkatnya hamil, terdakwa memiliki hubungan keluarga dengan korban dan terdakwa melakukan kejahatan terhadap korban yang di bawah kekuasaan terdakwa yang seharusnya dilindungi.

JPU, Lucia Indri Primastuti, SH, kepada Radar Sorong, mengatakan, hukuman 10 tahun penjara yang dijatuhi majelis hakim kepada terdakwa lebih ringan dari tuntutan JPU yang mengancam terdakwa dengan hukuman penjara 12 tahun.

    Atas putusan majelis hakim yang menjerat terdakwa dengan hukuman penjara 10 tahun tersebut JPU, ajukan pikir – pikir begitu pun terdawa, untuk mengajukan perlawanan atas putusan tersebut.(ric)    


Kategori : Lintas Papua

Komentar