SORONG - Impian Ingran menjadi pengusaha ayam, harus pupus. Bagaimana tidak, modal yang ia tanamkan kepada Maryam sebesar Rp. 22.juta untuk membangun usaha ternak Ayam, tak kunjung jadi. Merasa ditipu oleh Maryam, Ingran terpaksa membuat Laporan Polisi (LP) di SPKT Polres Sorong Kota Sabtu (10/02) tentang tindak pidana penipuan.

Kepada Anggota SPKT Polres Sorong Kota, Ingran menceritakan kronologisnya. Sekitar bulan Juli Tahun 2017 dirinya yang saat itu berada di Jawa (Nganjuk) mendapatkan telepon dari pelaku yang menawarinya untuk membeli ayam sebanyak 1000 ekor dengan harga Rp 22 juta.

  Ingran menjelaskan bahwa saat itu Maryam menawarinya untuk membeli ayam dan pelaku yang akan memelihara serta menternakkannya dengan kesepakatan untung dibagi dua. "Saya, sebagai pemodal, dan dia yang kerja, tapi hasil dari keuntungan kita bagi dua," katanya.

  Tertarik dengan keuntungan dari beternak ayam yang pelaku tawarkan kata dia, dirinya langsung menyetujui kerja sama investasi ayam tersebut. "Setelah saya dan dia sepakat, waktu itu saya memberikan dia modal dengan cara mentransfer ke rekening miliknya sesuai yang kita sepakati,"ujarnya.

  Namun kata Ingran seiring berjalannya waktu tanda-tanda ketidak jelasan dari pelaku tentang kerja sama ternak ayam itu mulai terlihat. Ingran mengatakan bahwa pelaku mulai banyak alasan ketika dimintai kejelasan tentang balik modal dan keuntungan. "Waktu itu alasannya dia, ayam masih proses bertumbuh, bertelur, dan lain sebagainya sehingga belum bisa membuahkan keuntungan," kata Ingran.

  Hal tersebut kata dia, pelaku terus menghindar sampai pada awal tahun 2018. Parahnya lagi, kata dia, pelaku bahkan merasa cuek dan selalu menolak telepon setiap dihubungi. "Setiap saya telpon, untuk menanyakan kejelasan, dia selalu reject, ketahuan sekali dia menghindar-menghindar saat saya tagih dia,"sambungnya.

  Dirinya menegaskan bahwa karena tidak ada itikad baik dari pelaku, dan kejelasan terkait uang tersebut yang sudah ia berikan untuk modal. Terpaksa kata dia, jalur hukum adalah satu-satunya untuk menyelesaikan masalah ini. "Kalau memang dia tidak niat bayar. Terpaksa saya proses dia. Semua tergantung dia saja, maunya bagaimana,"tutupnya (raf).


Kategori : Metro

Komentar