SORONG- Anggota DPR RI, Jimmy D. Ijie, SH berpesan kepada ratusan taruna Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) untuk focus belajar dan meraih prestasi lebih tinggi lagi dari generasi sebelumnya. Pesan tersebut disampaikan ketika diundang untuk menyampaikan ceramah umum dengan tema, “Arah dan tahapan pembangunan SDM dan penguasaan iptek,” yang berlangsung di Kampus BP2IP,  Sabtu (10/2).

  Dalam ceramah umumnya yang didampingi Kasie Penyelenggara Diklat BP2IP, Capt.  Dedy Kurniadi,  MM dan Kasie Sarana dan Prasarana Diklat, Bernard F. N. Laim, Jimmy merilis sejarah pendidikan di tanah Papua yang baru berkembang pada saat ini. Karena Papua dengan rentang kendali yang cukup luas sulit untuk dijangkau dan tersentuh pembangunan dengan serentak.

  “Kalian tidak usah cemas dengan isu politik di Papua, tugas kalian adalah belajar apalagi saat ini jamannya belajar dengan menggunakan teknologi, saya saat sekolah dulu belajar dengan apa adanya berjalan kaki dari Maybrat sekolah di Teminabuan, jika prestasi kalian lebih rendah dari saya maka kalian gagal sebagai generasi yang hidup pada jaman serba modern ini,” ujarnya.

  Baginya BP2IP yang hadir di Kota Sorong telah menjadi peluang besar yang akan mengajarkan generasi Papua untuk lebih mengenal laut dengan mengelola hasil laut dan sekaligus menjadi pabrik SDM yang suatu kelak nanti akan menjadi mitra kelautan Negara tetangga seperti Filipina, Palau, Nauru, Papua New Guinea dan negara tetangga lainnya.

  Selain kuliah umum yang disampaikan, Kasie Penyelenggara Diklat BP2IP, Capt.  Dedy Kurniadi,  MM juga menyampaikan keluhan kepada politisi PDIP itu tentang peralihan status BP2IP tersebut untuk menjadi politeknik atau sekolah tinggi yang memiliki jenjang pendidikan Diploma III, dan juga masalah lain yang dihadapi soal keterlambatan Ijazah yang saat dialami oleh para taruna.

  Mendengar keluhan tersebut, Jimmy berjanji kepada ratusan taruna yang mengikuti ceramahnya bahwa dalam waktu dekat dirinya akan menyurati menteri terkait untuk bisa melihat masalah yang terjadi di BP2IP, karena menyangkut dengan masa depan semua masyarakat nusantara yang bermukim di tanah Papua ini.(dar)


Kategori : Metro

Komentar