SORONG-Puluhan warga yang didominasi ibu-ibu, menggereduk Mapolres Sorong Kota, Kamis (8/2) malam. Mereka ini merupakan korban penipuan investasi online dengan iming-iming keuntungan berlipat. Warga beramai-ramai datang ke Mapolres Sorong Kota melaporkan kejadian yang mereka alami lantaran merasa ditipu oleh AA yang tak lain istri anggota Polres Sorong Kota, karena uang investasi tak juga dikembalikan, apalagi keuntungannya.

Investasi berkedok penggandaan uang. Korban yang menyetor uang kepada pelaku, akan mendapatkan keuntungan yang menggiurkan. Contohnya, korban menyetor uang kepada pelaku sebesar Rp 500.000, akan menjadi Rp 600.000 bila korbannya hanya mengikuti investasi tersebut selama satu hari. Jika mengikuti selama 2 hari, akan digandakan menjadi Rp 650.000. Namun setiap transaksi akan dikenakan biaya potongan admin sebesar Rp 40 ribu.

Seperti yang dialami salah seorang korban berinisial MV. Dia menceritakan, awalnya pada Januari 2018, pelaku menghubunginya dan menawarkan kerja sama untuk menginvestasikan uangnya untuk digandakan seperti investor-investor lainnya yang telah mendapat keuntungan terlebih dahulu dari hasil investasi online tersebut.

“Saya awalnya tidak percaya setelah dia (pelaku) menawarkan saya, tapi saya tanya korban-korban lainnya katanya pelaku ini memang betul bisa menggandakan uang. Disamping itu, pelaku juga punya profil yang bisa dipercaya, apalagi dia seorang istri polisi, sehingga beberapa saat kemudian saya menyetor uang Rp 40 juta,” kata MV kepada wartawan.

Setelah menyetorkan uang Rp 40 juta, pelaku menjanjikan keuntungan seperti yang telah disepakati bersama. Namun, hari dimana janji yang telah disepakati tiba, dirinya yang menagih malah diputar-putar oleh pelaku.

Menurut MV, saat menanyakan kepada AA, dia malah berbelit-belit dengan banyak alasan dan juga mengaku kolaps (bangkrut). “Nah, terus uang semua nasabah lari kemana. Saat dia mengaku kolaps, besoknya dia masih mengambil salah satu nasabah punya uang lagi. Baru, uang semua lari kemana. Kami datang disini cuma meminta modal kami kembali kalau memang tidak ada keuntungan,” ketusnya.

Informasi yang dihimpun Koran ini, awalnya pelaku membuat status di akun facebook Afikashop dan menawarkan korban-korbannya investasi "AMANAH". Korban menyetor uang yang telah ditentukan oleh pelaku dan akan digandakan sesuai jangka hari yang telah ditentukan, dan paling lambat 3 hari akan dicairkan  modal serta keuntungannya.

Setelah menawarkan di medsos, para korban tergiur dan menginvestasikan dana mereka kepada pelaku. Investasi tersebut awalnya berjalan lancar sehingga korban-korban yang merasa percaya dengan pelaku, menginvestasikan uang yang lebih besar lagi dengan harapan mendapatkan keuntungan yang lebih besar pula.

Namun setelah berjalan dua bulan, pelaku mengaku kolaps sehingga tidak dapat mengembalikan modal serta keuntungan korban-korbannya. Diduga investasi bodong, puluhan warga yang didominasi ibu-ibu, meminta pihak kepolisian Polres Sorong Kota untuk memediasai kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh AA.

Pihak kepolisian yang mendapat laporan ibu-ibu korban investasi, kemudian memanggil pelaku untuk  dipertemukan di Mapolres Sorong Kota.  “Kita minta kejelasan, kalau tidak kita bikin laporan polisi saja. Kita semua sudah sepakat, pasrah kalau memang tujuannya untuk menipu,” ujar salah satu korban.

Proses mendiasi berjalan a lot memakan waktu lebih dari 4 jam sebelum akhirnya menemui titik terang setelah pelaku membuat bebrapa perjanjian dan berjanji akan membayar semua uang milik nasabahnya. Janji pelaku yang tertuang diatas kertas bermaterai 6000, pelaku mengaku akan membayar semua kerugian korban-korbannya secara cash dalam waktu berbeda-beda. Korban yang mengalami kerugian dibawah Rp 10 juta, akan  dibayar cash dalam jangka waktu 3 bulan. Korban yang mengalami kerugian dibawa Rp 30 juta, akan dibayar cash dalam jangka waktu 6 bulan, sedangkan yang mengalami kerugian diatas Rp 30 juta akan dibayar cash dalam jangka waktu satu tahun. Informasi yang dihimpun Koran ini, puluhan orang menjadi korban investasi bodong tersebut. Kerugiannya jutaan hingga puluhan juga rupiah, yang jika ditotal secara keseluruhan mencapai miliaran rupiah.

Terkait dugaan penipuan investasi bodong ini, Kapolres Sorong Kota melalui Kasat Reskrim AKP Eddwar M Pandjaitan,S.IK mengatakan bahwa kasus ini masih dalam mediasi antara pelaku dan para korban dan belum dibuatkan Laporan Polisi. “Kalau memang ada LP kita akan proses secara hukum yang berlaku,” tegas Kasat Reskrim. (raf)


Kategori : Berita Utama

Komentar