VALENCIA – Penyerang Barcelona Luis Suarez demikian gembira begitu transfer mantan rekannya di Liverpool Philippe Coutinho terealisasi pada 6 Januari lalu. Ketika Coutinho mendarat di bandara Barcelona-El Prat sehari setelah transfer terjadi, Suarez ada dalam barisan penjemput Coutinho.
 
Dan Liverpool connection itu membantu Barca lolos ke final Copa del Rey kelima kalinya secara benruntun. Pada pertemuan kedua semifinal Copa del Rey kemarin (9/2) di Stadion Mestalla, Barca menang 2-0 atas tuan rumah Valencia. 
 
Setelah 215 menit menunggu untuk mencetak gol, akhirnya Coutinho pecah telur juga. Masuk di menit 46 menggantikan Andre Gomes, tiga menit kemudian (49') pemain berjuluk Si Penyihir Cilik itu membobol gawang Valencia yang dikawal Jaume Domenech.
 
Gol pertama Coutinho kemarin lahir berkat bantuan Suarez. Orang yang menjemputnya di bandara dan memperkenalkannya kepada seluruh penghuni ruang ganti Barca. 
 
Suarez melewati dua orang di sisi kanan pertahanan Los Che kemudian mengirim umpan silang kepada Coutinho yang ada di sisi seberangnya. Coutinho menjatuhkan diri untuk menyongsong umpan patnernya itu. 
 
Bukan kali ini saja Suarez berkontribusi besar kepada karir Coutinho. Ketika mantan pemain Inter Milan itu mencetak gol perdananya buat Liverpool, Februari 2013 versus Swansea, Suarez juga yang memberi umpan padanya. 
 
“Gol Coutinho datang sangat cepat ketika babak kedua baru dimulai. Dan gol itu memukul jatuh (mental) bertanding kami,” kata entrenador Valencia Marcelino Garcia Toral kepada Cadena SER kemarin.
 
Dipasangnya Gomes sebagai starter dalam laga kemarin memang memberikan kejutan buat banyak orang. Namun ketika Gomes tidak berperan siginifikan,  entrenador Barca Ernesto Valverde pun segera menggantinya. 
 
Kekalahan kemarin sekaligus membuat Marcelino belum lepas dari periode gelap Valencia. Diantara empat laga Los Che di semua ajang, tim berlogo kelelawar itu kalah terus. 
 
“Secara keseluruhan kami melakukan apapun yang kami bisa untuk menang. Kami tahu mereka akan mendominasi penguasaan dan kami meminimalkan semua peluang yang mereka miliki,” ucap Marcelino. 
 
Sedangkan entrenador Barca Valverde kepada Mundo Deportivo kemarin mengatakan final ini terasa spesial baginya. Pada final Copa del Rey 2014-2015, ketika masih menjabat pelatih Athletic Bilbao timnya dihempaskan Barca dengan skor 3-1. 
 
“Saya selalu antusias masuk final dan berharap kali ini akan memperoleh gelar. Perjuangan kami tidak gampang karena kami mengeliminasi Valencia, Espanyol, Celta Vigo,” ujar Valverde. “Kalau tiga tahun lalu saya kurang beruntung, kita lihat bagaimana dengan tahun ini,” tambah pelatih berjuluk Si Semut itu. (dra)

Kategori : Bola

Komentar