KAIMANA-SD Negeri Edor Distrik Buruway, hingga saat ini masih memiliki 3 ruang kegiatan belajar (RKB). Meski jumlah siswanya masih sebanyak 42 murid, namun kegiatan proses belajar mengajar sangat terganggu, ketika pihak sekolah terpaksa menggabungkan dua kelas dalam satu ruangan.

Kepala SD Negeri Edor, Bahrin, yang ditemui belum lama ini di Kota Kaimana,mengatakan, memang hingga saat ini sekolah yang dipimpinnya masih memiliki 3 ruang belajar, sehingga harus ada kelas yang digabungkan. “Kami harus mengajar rangkap dalam satu ruang kelas. Karena siswanya kurang, sehingga kami gabungkan saja dua kelas menjadi satu kelas. Penggabungan ini pun lebih disebabkan karena juga kurangnya tenaga pengajar di sekolah kami,” terangnya.

Dia mengatakan, memang di sekolah yang dipimpinnya memiliki 6 kelas dari jumlah siswa yang saat ini ada di SD Negeri Edor. Namun karena ruang kelas terbatas, sehingga terpaksa pihaknya membagi dua kelas dalam satu ruang belajar. “Untuk kelas 1 dan kelas 2 kita gabungkan menjadi satu kelas, begitu pula kelas 3 dan 4 satu kelas dan kelas 5 dan 6 pun sama dalam satu kelas,”tuturnya.

Kekurangan ruang kelas ini, lanjut dia, mengharuskan para wali kelas untuk mengajar kelas rangkap, artinya guru harus mengajar didua kelas sekaligus. Untuk itu, dirinya berharap agar ke depannya akan ada penambahan ruangan kelas lagi, agar pembelajaran bisa lebih efektif.“Kalau bisa dibangun juga satu ruangan guru untuk para guru bisa melakukan rapat. Karena memang sekolah ini hanya memiliki tiga ruangan dan itu hanyalah ruang kelas, dan tidak ada lagi ruangan guru atau ruang kepala sekolah,” akunya.

Disinggung soal apakah saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar sangat terganggu, kata dia, memang kondisi seperti itu akan sangat terganggu. “Namun hal itu telah kami laksanakan sejak beberapa tahun terakhir ini.Saya tetap mengandalkan kemampuan guru-guru di sini, karena mereka mampu untuk mengajarkan para siswa dalam kelas rangkap tersebut,” katanya.(nic)


Kategori : Kaimana

Komentar