SORONG – Latief, lelaki yang sehari-harinya bekerja sebagai tambal ban di Jalan Basuki Rahmat babak belur dihajar oleh As Cs, karena diduga Latief yang menambal ban motor milik As, bukannya menjadi bagus malah semakin rusak. Tidak terima akan hal itu, As kemudian memanggil teman-temannya dan langsung menghajar korban hingga babak belur dan sempat tak sadarkan diri.

Menurut keterangan korban saat membuat laporan polisi di SPKT Polres Sorong Kota, kemarin (6/2), pengeroyokan tersebut berawal dari pelaku pada hari Minggu (4/2) membawa motornya ke tempat tambal ban di mana korban bekerja. Saat pelaku menambalkan bannya, kata Latief ban tersebut memang sudah tidak layak lagi untuk ditambal, seharusnya diganti dengan yang baru. Namun, saat itu pelaku enggan menerimanya dan menudingnya yang telah merusak ban tersebut. “Dia langsung marah-marah dan berteriak suruh saya tanggung jawab,” katanya.

  Setelah pelaku berteriak-teriak, korban langsung merasa tidak enak dengan konsumen lain, sehingga membawa pelaku untuk dikoordinasikan secara baik-baik. Namun, pelaku tetap bersikeras dan malah memaki dirinya dengan kata-kata kasar. Tidak lama kemudian terjadi cekcok dan pemukulan.

  Pelaku yang tidak terima dipukul oleh korban, kemudian langsung memanggil teman-temannya bahwa dirinya telah dipukul. Tidak terima rekannya dipukul, tidak lama kemudian pelaku bersama kawan-kawannya yang saat itu membawa kayu balok mendatangi tempat kerja korban.

Tanpa ada basa-basi, pelaku dan teman-temannya langsung menghajarnya dengan cara membabi-buta menggunakan alat yang mereka bawa. Karena saat itu dalam posisi terkepung, korban mengaku bahwa saat itu dirinya tidak bisa melarikan diri dan pada saat itu hanya bisa pasrah menerima hantaman balok dari para pelaku. Karena tidak kuasa menahan pukulan-pukulan yang dilayangkan pelaku, korban pun akhirnya pingsan. “Waktu saya bangun dari pingsan, untung waktu itu ada yang pele. Katanya kalau tidak saya sudah mati kapa,”ungkapnya.

Dua hari kemudian, dirinya disarankan oleh pihak keluarga untuk melaporkan kasus tersebut ke Polres Sorong Kota, dan menyerahkan proses hukum ke pihak kepolisian. (raf)


Kategori : Metro

Komentar