JAKARTA – Kemarin (16/1) bakal jadi hari tak terlupakan dalam karir sepak bola Irfan Jaya. Sebab, untuk pertama kalinya dia bisa berlatih bersama timnas Indonesia di bawah asuhan Luis Milla.  Irfan terharu.  Sebab, dia bisa bertemu dengan pemain-pemain yang selama ini hanya bisa dilihatnya dari layar kaca.
 
 Tak heran jika pemain terbaik Liga 2 musim lalu itu sempat gugup  awal-awal latihan. Namun perlahan, dia bisa nyetel dengan ritme latihan yang diberikan. Malah, Irfan merasa nyaman dengan pola latihan perdananya di Lapangan ABC Senayan, Jakarta tersebut. ’’Enak sekali dilatih Luis Milla,’’ katanya. Irfan sebelumnya tak pernah membayangkan bakal mendapat polesan dari  Milla. ’’Bangga sekali saya,’’ sambungnya.
 
Irfan sadar, persaingan masuk skuad Garuda sangat berat. ’’Jadi, saya belum bisa komentar soal peluang main di Asian Games 2018. Baru pertama berlatih, jadi dijalani dulu,’’ tegasnya.
 Masalah adaptasi, Irfan mengaku tidak ada masalah. Keberadaan Rachmat Irianto dan Osvaldo Haay yang juga punggawa Persebaya Surabaya, membuat dirinya mudah membaur dengan pemain lain. Selain itu, pemain seleksi timnas lainnya juga sangat terbuka.  Mereka  mau menjalin komunikasi dengannya, yang notabene merupakan wajah baru di timnas. ’’Saya diterima dengan baik, Alhamdulillah,’’ katanya.
 
Tapi, Irfan juga sedih.  Sebab, dia tidak bisa bergabung bersama Persebaya di laga perdana Grup C Piala Presiden 2018.  ’’Padahal saya nunggu sekali pertandingan itu,’’ ucapnya. '’Saya juga kangen sama Bonek. Semoga di sini, saya bisa lebih baik dan selalu mendapat dukungan dari Bonek,’’ harapnya. (rid/bas)

Kategori : Sport

Komentar