SORONG-Kawanan begal sadis kembali memakan korban. Kali ini korbannya yang mengendarai motor, ditendang dari belakang, dianiaya dan dilempari batu, serta diancam dengan senjata tajam parang panjang, dan motornya dibawa kabur. Kejadiaan naas ini menimpa menimpa Saputra, dia terpaksa rela kehilangan motor Yamaha Fino miliknya bernomor polisi PB 3348 SZ akibat dirampas begal. Selain itu, korban juga menderita luka lecet di sekujur tubuh, akibat tersungkus dari motornya yang ditendang begal. Setelah terjatuh, ia juga dihujani pukulan oleh dua pelaku begal, kemudian dilempari batu. Puas menganiaya korbannya, salah seorang diantara pelaku begal membawa lari motor korban. Kejadian begal sadis ini terjadi di Jln Jend. Sudirman Kota Sorong, Minggu (14/1) tengah malam sekitar pukul 23.00 WIT. Kejadian begal sadis ini dilaporkan Widi, kakak korban ke SPKT Polres sorong Kota, Senin (15/1).

Dalam laporannya, Widi menceritakan kronologis kejadian begal yang menimpa adik kandungnya tersebut. Berawal sekitar pukul 23.00 WIT saat korban yang mengendarai motor Yamaha Fino nomor polisi PB 3348 SZ sedang melaju di Jln Jend. Sudirman dari arah Remu. Sesampainya di depan Rumah Makan Dofior, adiknya dijatuhkan oleh dua orang pria yang tidak dikenalinya dengan cara ditendang dari belakang. 

Setelah korban terjatuh kata Widi, kedua pria yang berboncengan tersebut, juga ikut turun dari motor dan langsung memukuli korban. Tidak hanya itu, berdasarkan pengakuan adiknya kata Widi, korban sempat dilempari dengan menggunakan batu oleh para pelaku.  “Saat dipukuli dan dilempari batu, adik saya sempat mau berteriak minta tolong, tapi salah satu pelaku yang saat itu memegang sebilah parang panjang langsung menodong adik saya sambil berkata, ko batariak sa potong ko pake parang ini,” terang Widi. 

Takut pelaku nekat dan membuktikan ancamannya, korban memutuskan untuk tidak berteriak minta tolong. Setelah yakin korban tidak akan berteriak, salah satu pelaku kemudian menyalakan dan membawa kabur motor milik korban, sementara pelaku yang memegang parang tadi sambung Widi,  langsung mengemudikan motor yang awalnya dipakai keduanya untuk membuntuti adiknya. “Kata adik saya, salah satu pelaku kabur ke arah Kuda Laut sementara yang satunya lagi kabur ke arah Remu. Mungkin mereka sengaja berpencar supaya tidak ketahuan dari mana mereka berasal,”
jelas Widi. 

Setelah pelaku kabur, korban kemudian menghubungi kakaknya melalui telepon seluler untuk memberitahukan dirinya telah menjadi korban begal. “Karena waktu itu sudah terlalu malam, kita hanya jemput dan obati luka-lukanya dia saja. Hari ini baru kita ke Polres melapor,” jelas Widi. (raf)


Kategori : Berita Utama

Komentar