AIMAS – Hingga awal tahun 2018, jumlah tenaga kerja asing diwilayah Kabupaten Sorong sebanyak 17 orang. Jumlah tersebut yang berhasil didata oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sorong (Kabsor). “Kalau untuk di Kabupaten Sorong, yang terdata hanya 17 orang pekerja asing,” ungkap Kadisnakertrans Kabsor, Drs Obednego Saranga MM kepada Radar Sorong di ruang kerjanya.

  Menurut Obednego, jumlah tenaga kerja asing diwilayah Kabupaten Sorong, tidak dapat terdata secara baik. Dikarenakan, tenaga kerja asing yang lebih mendominasi dari India, hanya datang dalam hitungan hari, lalu kembali ke tempat tinggalnya. Sementara tenaga kerja asing yang dapat didata oleh Disnakertrans Kabsor, apabila pekerja telah bekerja selama 6 bulan lebih diwilayah tersebut.

  Menurutnya, pendataan tenaga kerja asing beberapa kali dilakukan, meski terkendala biaya operasional. Namun, pendataan yang dilakukan, sering kali tidak sesuai, karena pihak perusahaan yang kerap tidak memberikan data secara benar. “Banyak perusahaan yang kasih data ke kita, tapi tidak sesuai,” ungkap Kadisnakertrans.

Jumlah tenaga asing yang dipekerjakan suatu perusahaan, menurutnya cukup sebanding dengan jumlah tenaga local yang dipekerjakan. Namun, menurut Obednego, keberadaan tenaga asing, seharusnya mengajarkan kepada pekerja local, kemampuan yang mereka miliki. “Seharusnya, tenaga kerja asing itu, membagikan ilmunya ke tenaga local, sehingga tenaga kerja local juga dapat diandalkan. Tapi, yang kenyataannya tidak seperti itu,” ungkapnya. (nam)


Kategori : Sorong Raya

Komentar