AIMAS – Keterlibatan beberapa pekerja dalam perkelahian, yang terjadi di belakang kantor DPRD Kabupaten Sorong, Selasa (9/1), telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua kelompok tersebut. “Masalahnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Kasat Reskrim Polres Sorong, AKP Rudi Ardiana, S.H, S.IK kepada Radar Sorong, kemarin (10/1).

  Masalah yang terjadi, merupakan kesalahpahaman dari kedua belah pihak. Oleh karena itu, usai kejadian kedua kelompok tersebut dimediasi untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Kedua kelompok tersebut, setuju untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. Mengingat, kedua kelompok pekerja tersebut, berada dalam satu pekerjaan yang sama.

  Sebelumnya, kedua kelompok memang sempat melakukan pelaporan terkait pemukulan yang diterima. Para korban juga telah dilakukan visum, namun luka yang dialami hanya sebatas memar di badan dan wajah korban. ‘Sudah dilakukan visum, luka memar di bagian badan,” ucap Kasat Reskrim.

  Untuk diketahui, kasus perkelahian yang melibatkan 2 kelompok pekerja tersebut, diawali karena kesalahpahaman penggunaan pasir. Dimana, salah satu korban Fauzan menggunakan pasir milik Kaisar yang telah lebih dulu dikumpulkan, tanpa meminta ijin. Kesal pasirnya digunakan, Kaisar lalu mengancam untuk melakukan pemukulan.

  Namun, sebelum Kaisar melakukan pemukulan, ia lebih dulu dipukul oleh Fauzan yang tidak terima diancam. Kaisar lalu pergi untuk memanggil rekan-rekannya dan kembali menghajar Fauzan dan juga 3 pekerja lainnya, Syahrul, Kamarudin dan Ali. Akibat dari perkelahian tersebut, kedua kelompok saling melaporkan. (nam)


Kategori : Sorong Raya

Komentar