ANDAIKAN Pep Guardiola bersedia bertahan lebih lama di Manchester City, dia takkan susah menemukan figur pemilik ban kapten. Sebab Guardiola masih bisa menunjuk Kevin De Bruyne untuk menjalankan tugas tersebut. De Bruyne mengawali perannya itu ketika dipercaya sebagai kapten The Citizens saat melawan Bristol City, Rabu dini hari kemarin WIB. 
 
Meskipun masih ada Yaya Toure yang dalam dua laga Piala Liga sebelumnya jadi kapten City, Guardiola tetap menjatuhkan pilihannya ke The Ginger Pele. Sepanjang karirnya, entah di level klub atau timnas Belgia, baru kali ini De Bruyne bertugas sebagai kapten tim. Manchester Evening News pun menyebutnya sebagai kapten jangka panjang The Citizens. 
 
Kenapa? Karena, dibandingkan figur-figur kapten City lain yang sudah pernah dipakai di era Guardiola, De Bruyne-lah yang paling muda. Usianya baru 26 tahun. Bandingkan dengan di barisan kapten City mulai dari Vincent Kompany, Fernandinho, David Silva, Sergio Aguero dan Toure. 
 
Hanya Aguero yang usianya di bawah 30 tahun. Usia Aguero 29 tahun, atau tiga tahun di atas De Bruyne. Lainnya? Toure telah 34 tahun, Fernandinho dan Silva juga sama-sama berusia 32 tahun, dan Kompany 31 tahun. Dari sisi teknis, kontribusi gol dan assist-nya yang seringkali jadi penentu hasil. 
 
Dari sisi non teknis, setelah melihat caranya meredam rekan-rekannya supaya tidak larut dalam kepanikan saat buntu mencetak gol sampai menit akhir kemarin jadi nilai pendukungnya. ''Dia punya jiwa kepemimpinan, sama seperti Johan Cruyff, dia (Cruyff) selalu ada di benaknya dan itu yang menuntunnya,'' klaim Hein Vanhaezebrouck, pelatih De Bruyne saat masih berusia muda di Genk, dikutip The Independent. 
 
''Kevin mirip Cruyff, pemain yang mampu memandang laga dengan visi luas,'' lanjutnya. Berbicara dalam situs resmi klub, De Bruyne menganggap tak ada bedanya tanggung jawabnya sebagai pemain biasa dengan jabatan kapten. ''Sebab, setiap pemain juga mengemban tanggung jawab yang sama di lapangan,'' katanya. (ren)

Kategori : Bola

Komentar