JAKARTA - Akhir pekan ini, PSSI punya gawe besar, yakni Kongres Luar Biasa (KLB) sekaligus Kongres Tahunan 2018. Khusus untuk KLB, agenda besar yang menjadi konsentrasi PSSI adalah revisi statuta. Hal ini terkait keberadaan lembaga di luar member yang akan diakomodir dan terafisliasi dengan PSSI.

“Misalnya Diklat, akademi, ataupun SSB, nanti akan lebih terkoordinasi,” sebut Hidayat, salah satu Executive Commitee (Exco) PSSI saat dikonfirmasi kemarin (10/1). Pembahasan tersebut tu akan berlangsung pada KLB. Sedangkan untuk Kongres Tahunan PSSI, lebih banyak membahas evaluasi kinerja setahun lalu.

Selanjutnya, program 2018 juga bakal didetailkan. Termasuk mekanisme kompetisi Liga 1 beserta regulasinya. “Dalam dua hari ini kami akan konsolidasi lagi di level Exco,” beber Hidayat.

Pada dasarnya, klub saat ini juga sudah diberikan terkait regulasi Liga 1. PSSI saat ini dalam tahapan menunggu feedback dari manajemen klub untuk selanjutnya diputuskan via rapat Exco.

Terpisah, Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono menyebutkan, program tahun ini juga bakal banyak disampaikan dalam Kongres Tahunan. “Tahun ini kami banyak kegiatan dan program yang harus dijalankan, salah satunya yakni youth elit development,” katanya.

Program tersebut diharapkan bisa berlangsung via klub profesional Indonesia. Dengan begitu bisa membantu PSSI dalam menyediakan potensi pemain muda untuk timnas di setiap kelompok umsia. 

“Ini juga akan menguntungkan tim pelatih timnas,” sebutnya. Selanjutnya, PSSI juga tengah mengembangkan data base pemain muda menuju Olimpiade 2024. “Program tersebut sengaja kami siapkan jauh-jauh hari biar lebih maksimal,” katanya. (nap)


Kategori : Sport

Komentar