SORONG - Tomas S telah ditipu oleh temannya sendiri berinisial SS. Dimana SS telah menjadikan sertifikat tanah dan rumah milik Tomas untuk jaminan kredit di bank senilai Rp 300 juta. Karena SS menunggak angsuran selama 2 bulan, maka rumah milik Tomas itu disita oleh bank..

 Informasi yang didapat Koran ini, setahun yang lalu sekitar tanggal 15 Januari 2017, saat itu Tomas yang lagi dalam krisis ekonomi meminta pertolongan kepada SS untuk mengurus kredit ke salah satu bank yang ada di Kota Sorong dengan jaminan sertifikat tanah dan bangunan seluas 396 meter persegi. "Saya percaya sama dia, makanya saya serahkan sertifikat tanah itu untuk mengurus pinjaman kredit ke bank,"jelas Tomas. 

  Namun kata Tomas, selang beberapa bulan kredit yang ia percayakan kepada SS untuk mengurusnya itu tidak kunjung cair. Tepatnya pada bulan Oktober 2017, Tomas akhirnya menyadari bahwa ia telah menjadi korban penggelapan setelah karyawan salah satu bank di Kota Sorong mendatangi rumahnya dan menagih angsuran kredit. 

  Karyawan bank tersebut menjelaskan bahwa SS telah mengajukan kredit sebesar Rp 300 juta dengan jaminan sertifikat tanah dan rumah yang sedang dihuni oleh korban. Parahnya lagi, pinjaman dari bank tersebut tidak pernah diserahkan kepada korban. "Saya tidak pernah terima uang sepeserpun dari dia. Tiba - tiba orang bank datang dan bilang sudah dua bulan tidak bayar angsuran,"ungkap Tomas. 

  Sempat tidak percaya, Tomas saat itu akhirnya mendatangi bank tersebut guna memastikan apakah yang dikatakan oleh petugas bank tersebut benar. Begitu sampai di bank dan menanyakan masalah tersebut, karyawan bank menunjukkan sertifikat tanah dan rumahnya yang dipakai pelaku untuk mengajukan kredit. 

  Tomas pun sangat menyesalkan perbuatan pelaku yang tega menipu dirinya. Padahal ia sudah percaya sekali dengan temannya itu. "Beberapa bulan belakangan ini saya cari pertanggung jawaban dari dia tapi tidak kunjung ada kejelasan. Makanya saya datang ke Polres untuk laporkan dia,"ujarnya kesal.(raf)


Kategori : Metro

Komentar