SORONG-Tanah seluas 50x200 meter akan disulap menjadi sebuah taman yang indah ditengah Kota Sorong. Taman tersebut akan dibangun Pemerintah Kota Sorong dalam hal ini Walikota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM sebagai tempat dimana warganya bisa menikmati keindahan dengan adanya pepohonan.

  Walikota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM mengatakan mimpi tinggal mimpi, bayangan tinggal bayangan tapi semua itu kenyataan yang akan menjawab semua persoalan itu. “Semua ini punya suatu impian bahwa kapan ada taman hijau terbuka, taman hiburan buat Kota Sorong,” katanya saat turun ke lokasi pembangunan taman di depan Bandara DEO, Rabu (10/1).

  Dikatakan walikota yang murah senyum ini bahwa Tuhan telah memberikan yang terbaik untuk kita, tanah ini. Di depan Bandara DEO di dalam pagar kompleks Bandara DEO, Walikota mengambil 50x200 meter dipakai untuk membangun Taman Hiburan Rakyat, Ruang Terbuka Hijau, didalamnya nanti akan ada air mancur, ornamen Papua dan monument Dominic Edward Osok.“Monument sudah ada saya punya bapak orang tua Dominic Edward Osok, yang penting nama taman nama Lapis apa disitu sudah,”katanya.

  Dijelaskan walikota, nantinya taman ini tidak boleh digunakan untuk jualan seperti pada Taman DEO, masyarakat harus sadar, karena kota ini adalah milik bersama dan harus dijaga sebagai asset milik bersama dan harus nikmati pembangunan yang ada.“Jangan kita bikin kotor, kita sudah bangun bagus kok dibikin kotor lagi,” tegasnya.

  Walikota mengatakan bahwa dana sudah ada dan dana berasal dari APBN 2018. Bangunan taman tersebut nantinya akan dibangun tahun 2018 kemudian target penyelesaian pada tahun 2018 juga. Sehingg ia berharap ada dukungan dari warga Kota Sorong untuk terlaksana pembangunan untuk memperindah Kota Sorong yang menjadi kota termaju di Tanah Papua.

  “Saya sudah meyakinkan kementrian terkait dalam waktu dekat bulan Februari daerah ini akan berubah menjadi daerah yang sangat indah mendukung keindahan Bandara DEO,” tegasnya.

  Salah satu warga, Deffi mengatakan bahwa pembangunan apapun yang dilakukan oleh pemerintah diharapkan bisa menjadi nilai plus bagi Kota Sorong.“Semoga saja tidak bernasib sama dengan Taman DEO yang digunakan sebagai tempat menjual dan banyak sampah,” ujarnya.

  Sementara itu, salah satu pedagang kaki lima yang enggan menyebutkan namanya ini mengakau bahwa seharusnya dari pemerintah menyediakan lokasi dimana mereka bisa berjualan bebas tanpa harus lari-lari disaat Satpol PP menertibkan.“Kita kan harus jualan di tempat yang ramai to mbak, sementara di Taman DEO sudah jelas ramai kan. Semoga pemerintah bisa perhatikan untuk adanya wadah buat kita layaknya dimana biar tidak dikejar-kejar lagi,” ujarnya. (zia)


Kategori : Metro

Komentar