SORONG- Terbukti melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korban Rahelty T, kedua terdakwa berinisial WA dan Al dituntut dua tahun penjara oleh JPU, Arli Andika, SH pada persidangan  yang berlangsung, Rabu (10/1) di PN Sorong. Persidangan yang pimpin ketua majelis hakim, Dinar Pakpahan, SH, MH yang didampingi hakim, Donal F. Copacua, SH tersebut, dalam uraian hal yang memberatkan bahwa perbuatan kedua terdakwa dapat meresahkan masyarakat. Sementara untuk hal yang meringankan bahwa para terdakwa belum pernah dihukum, kedua menyesali perbuatannya dan berjanji untuk tidak mengulangi, mengakui perbuatannya secara terus terang dan mendapatkan maaf dari saksi korban.

  Dengan demikian, JPU dalam amar tuntutanya menyebutkan kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 365 Ayat (2) ke 2 KUHP sebagaimana yang tercantum dalam dakwaan penuntut umum. Selanjutnya, JPU menuntut kedua terdakwa hukuman penjara selama 2 tahun dikurangi masa penahanan.

  JPU juga meminta barang bukti berupa motor Honda Supra 125 yang dipakai terdakwa saat mencuri dirampas untuk Negara, satu buku tabungan Bank Mega, satu buah tas motif kotak-kotak dan satu unit HP merk Polytron dikembalikan kepada korban yang berhak.

  Usai mendengarkan tuntutan JPU, Hakim langsung mempersilahkan kepada kedua terdakwa yang tidak didampingi PH untuk mengajukan pembelaan lisan, dan kedua terdakwa meminta agar hukumannya diringankan. Setelah selesai mendengarkan pembelaan kedua terdakwa, hakim langsung menunda persidangan dan akan dilanjutkan kembali, Rabu pekan depan dengan agenda putusan majelis hakim.

  Sekedar mengingatkan, perkara tersebut terjadi pada hari Selasa tanggal 22 Agustus 2017 sekitar pukul 12.30 WIT di Jln. Selat Arafura, dimana terdakwa I, WA merampas tas milik korban namun saat korban menahan tasnya sehingga terjadi tarik menarik antara terdakwa dengan korban.

  Setelah itu, terdakwa I memukul korban dengan tangan yang dikepal dan mengenahi bagian pipi sehingga korban terjatuh. Saat korban terjatuh, terdakwa I langsung mengambil tas dan lari ke arah terdakwa II yang menunggu terdakwa I dengan motor Honda Supra 125 dan selanjutnya kedua terdakwa melarikan diri.(dar)


Kategori : Metro

Komentar