SORONG- Terdakwa kasus 2,2 kg ganja berinisial FSR menjadi pesakitan dalam persidangan di PN Sorong, Rabu (10/1) kemarin, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

  Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari JPU, dipimpin ketua majelis hakim, V.S Wattimena, SH didampingi hakim, Rais Hidayat, SH. JPU Richard Lawalata, SH dalam surat dakwaannya merincikan, perkara dengan terdakwa FSR terjadi pada hari Senin tanggal 25 September 2017 sekitar pukul 10.30 WIT di Jln. P Waigeo Kampung Baru.

  Saat itu, terdakwa ditelpon oleh Rv (DPO) dengan mengatakan “Posisi di mana” dan terdakwa menjawab “di rumah” kemudian Rv mengatakan, “Ko datang ke kompleks Jln. P Waigeo Kampung Baru”. Kemudian terdakwa langsung datang menemui Rv dan mengambil satu kantong plastic besar berisikan ganja. Lalu Rv mengatakan, “Kamu antar ini ke BE, dia sudah tunggu di rumahnya dan ini kunci kost-nya,”ujar Rv.

  Kemudian terdakwa pergi menemui BE yang juga beralamat di Jln. P Waigeo. FSR langsung memberikan barang tersebut ke BE dan mengambil uang Rp. 3 juta kemudian terdakwa langsung pulang ke rumahnya di Jln. Raja Ampat.

  Saat tiba di rumahnya, Rv kembali menelpon terdakwa dan mengatakan “baru sudah kah” dan terdakwa mengatakan, “Sudah ini ada uang Rp. 3 juta, baru ini kunci apa” dan Rv mengatakan, “Ko tahan uang itu sudah nanti saya kirim nomor rekening baru ko transfer. Itu kunci kos di Jln. P Waigeo di kamar itu ada ganja”.

  Setelah itu terdakwa mengambil satu bungkus ganja dan membuka isinya sedikit dan dilinting seperti rokok dan kemudian dikonsumsi. Setelah keesokan harinya, terdakwa ke rumah temannya di Jln. Batanta, kemudian datanglah anggota polisi dan melakukan penangkapan terhadap terdakwa sambil menanyakan barang ganja yang disimpan terdakwa.

  Setelah itu, pihak kepolisian langsung mengambil ganja yang disimpan di kos sebanyak 102 bungkus yang terdiri dari 99 bungkus besar dan 3 bungkus kecil dan selanjutnya barang bukti dan terdakwa dibawa ke kantor Sat Narkoba Polres Sorong Kota untuk diperiksa lebih lanjut. saat diperiksa barang bukti tersebut seberat 2,2 kg.

  Sesuai dengan perbuatannya, terdakwa didakwa Pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, Pasal 111 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

    Usai mendengarkan surat dakwaan dari JPU, hakim V.S. Wattiemena, SH menanyakan kepada terdakwa atas dakwaan tersebut dan terdakwa mengatakan tidak keberatan. Maka sidang ditutup dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.(dar)


Kategori : Metro

Komentar