SORONG- Sidang Perdana kasus ilegal Loging dengan terdakwa EL yang berlangsung, Senin (8/1) di PN Sorong kemarin, JPU mendakwakan 3 pasal karena tidak memiliki ijin.  Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Thimotius, SH, MH didampingi hakim, V.S. Wattimena, SH dan Rais Hidayat, SH. Dihadiri JPU, Piter Louw, SH dan PH terdakwa, Iriani, SH, MH.

  Dari surat dakwaan yang dibacakan JPU, bahwa pada tanggal 19 Mei 2016 sekitar pukul 18.00 WIT di kampung Monga Temi Distrik Kais Sorong Selatan. Tim Polres Sorong Selatan melakukan operasi rutin tentang pembalakan hutan secara liar. Kemudian saksi Sofyan S. Djohan dan beberapa rekan anggota polisi lainnya menemukan beberapa tumpukan kayu olahan gergaji jenis Merbau dengan berbagai ukuran yakni ukuran 11 X 16 X 90 cm, 11X16 X150 cm, 11X16X180 cm, 11X16X210 cm, 11X16X250 cm, 11X16X280 cm dan 11X16X310 cm.

  Setelah melihat tumpukan saksi Sofyan dan rekannya menghampiri seseorang yang berinisial Bg dan menanyakan asal usul kayu tersebut dan pemiliknya. Dan Bg pun langsung mengatakan bahwa kayu tersebut milik terdakwa. Dan asal kayu tersebut dari kampung Monga Temi dan Hore Distrik Kais Barat.

  Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap terdakwa, ternyata angkutan kayu yang dilakukan dari satu Logpond ke Logpond yang lainnya tidak memiliki ijin dan hanya mendapatkan rekomendasi masyarakat setempat.

  Dengan demikian JPU mendakwakan Pasal 82 Ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf b UU No. 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Kemudian Pasal 83 Ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf e UU No. 18 tahun 2013 tentang pengelola dan pencegahan pengrusakan hutan. Dan Pasal 88 Ayat (1) huruf a Jo Pasal 16 UU No. 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU, terdakwa melalui PHnya, Iriani, SH, MH tidak mengajukan eksepsi. Mendengar itu, Hakim Thimotius langsung menunda persidangan hingga Senin pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.(Dar)


Kategori : Metro

Komentar