MANOKWARI-Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs Rudolf A Rodja menyerahkan DIPA 2018 kepada 30 satuan kerja (Satker) di lingkungan Polda Papua Barat, Rabu (10/1) di Aston Niu Hotel Manokwari. DIPA 2018 yang dikelola Polda Papua Barat dan Polres jajaran  Rp 676.595.758.000,terdiri dari belanja pegawai Rp 334,51 M, belanja barang Rp 238,54 M dan belanja modal Rp 103,53 M.

DIPA ini diserahkan pimpinan Satker, yakni, Irwasda, para kepala biro (karo), direktur, kepala bidang dan kapolres. Sekaligus dilakukan penandatangaan pakta  integritas. Kapolda mengingatkan kepada para pimpinan Satker agar dapat mengelola anggaran dengan baik. Anggaran yang diberikan negara berasal dari rakyat, sehingga dimanfaatkan untuk pelayanan pada rakyat pula.

“Ini adalah uang rakyat  yang diberikan kepada kami (Polri) untuk dikelola dan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pelayakan. Kalau berbicara soal anggaran berbasis kinerja, maka harus betul-betul dilakukan.Jangan sampai perencanaan dan pelaksanaan berbeda,bukan itu,”tandas Kapolda kepada wartawan.

Rodja menginginkan anggota polisi yang bertugas paling depan mendapatkan hak setelah melaksanakan kewajiban.“Kejadian-kejadian yang tidak bagus di tahun-tahun sebelumnya tak boleh terjadi lagi,” katanya.

Kapolda mengatakan, pada penyerahan DIPA 2018 ini ia sengaja menghadirkan para brigadier selain para pejabat utama, Kapolres, kabag ops dan lainnya. Harapannya dapat mengetahui hak-haknya. ‘’Uang ini bukan milik pribadi, tetapi untuk pelayanan masyarakat. Brigadir harus mengetahui bahwa kalau bekerja itu ada anggarannya, harus mengetahui  haknya,’’ imbuh Kapolda saat memberi arahan.

Kapolda mengingatkan transparansi pengelolaan anggaran. Setelah penyerahan DIPA ini, Kapolda memerintahkan kepada para Kapolres untuk mengumpulkan Kasat, perwakilan setiap Polsek memberi arahan soal anggaran yang diperoleh.

“Brigadir, Tamtama harus mengetahui berapa yang diperoleh kalau patroli, berapa liter BBM yang didapat. Dapat melapor ke Irwasda, Kabid Propam bila tidak mendapatkan dana uang tidak sesuai,”ujar Rodja.

Dia tak menginginkan ada Kapolres dan Kabag Ops bertengkar hanya gara-gara anggaran. ‘’Uang ini bukan milik pribadi, bukan milik Kapolres, bukan milik Kabag Ops, bukan miliki para Kasat, bukan milik Kapolsek, tetapi diperuntukkan bagi pelayanan masyarakat. Jadi,jangan ada lagi yang korupsi,’’ tutur Kapolda.

Sementara itu, Karo Rena Polda Papua Barat Kombes Lafri Prasetyono, SIk memaparkan, alokasi belanja modal diantaranya untuk 10 pembangunan, diantaranya markas Polres Fakfak, pembangunan gudang senjana, gudang amunisi dan lainnya. Juga ada dana penggalangan Rp 6 miliar yang akan dikelola Intelkam.

Pada penyerahan DIPA ini sekaligus juga dilakukan sosialisasi dengan narasumber Kanwil Ditjen Pembendaharaan Prov Papua Barat, Muhdi, Kepala Perwakilan BPKP Prov Papua Barat, Buyung Wiromo Samudra dan Irwasda Kombes Pol Achmad Marhaendra.(lm)


Kategori : Manokwari

Komentar