KAIMANA- Salah satu pipa yang selama ini menjadi penghalang aliran air di daerah aliran sungai (DAS) Cenderawasih, belum dapat dipindahkan karena terbentur dengan anggaran yang dimiliki oleh PDAM Kaimana.

 “Benar, bahwa pipa itu menjadi penghalang mengalirnya air di kawasan tersebut. Memang kita sudah usulkan tahun 2017 lalu, namun Dinas PUPR menjawab bahwa tidak tersedianya dana sehingga kami pun sulit untuk memindahkannya,” kata salah seorang staf PDAM Kaimana, Yordan Nasanauw kepada wartawan, di sela-sela mengikuti acara lepas sambut Dandim 1713 Kaimana, di Kaiman Beach Hotel, Senin (8/1) kemarin.

Menurutnya, pipa berukuran 6 inchi tersebut merupakan pipa yang dipergunakan untuk mengaliri 367 pelanggan air di wilayah Bumsur. “Kalau dipindahkan tentunya harus disampaikan ke warga di Bumsur terlebih dahulu, sehingga mereka tidak kekurangan air bersih saat perbaikan pipa tersebut,” akunya.

            Dia mengatakan, selain pipa di lorong 5 tersebut, tetapi juga ada pipa lainnya yang juga menghalangi aliran air di wilayah tersebut yakni pipa yang menghubungkan ke Pelabuhan Laut Kaimana. “Kalau pipa ini dipindahkan, maka juga akan mempengaruhi pasokan air untuk kapal-kapal di pelabuhan, terutama kapal Pelni yang selama ini mengambil air dari PDAM Kaimana saat berlabuh di pelabuhan,” ujarnya.

 Disinggung soal berapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan pipa tersebut, kata dia, dana yang dibutuhkan sekitar Rp. 40 juta untuk perbaikan jaringannya. “Mulai daari penggalian hingga pemasangan pipa baru di tempat baru, sehingga menghindari terjadinya penumpukan sampah. Jadi kalau air sendiri saja yang mengalir tidak apa-apa, tetapi ini diikuti dengan sampah, sehingga hal itu yang menyebabkan terjadinya penyumbatan,” akunya.(nic)

 


Kategori : Kaimana

Komentar