KAIMANA- Penetapan Daerah Pemilihan (Dapil) untuk pelaksanaan Pileg di tahun 2019 mendatang, nampaknya semakin hangat dibicarakan saat ini. Meski KPU Kaimana saat ini tengah menyiapkan 5 varian baru untuk perubahan Dapil, namun sebagian besar partai politik mengusulkan agar Dapil untuk wilayah Kabupaten Kaimana, tetap dan tidak berubah.

Seperti diketahui, pembagian Dapil untuk Kaimana sebanyak 4 Dapil dengan perinciannya adalah Dapil I meliputi Kelurahan Kaimana dengan jumlah kursi 7, Dapil II meliputi Kelurahan Krooy, Kampung Trikora, Coa, Tanggaromi dan seluruh kampung di kawasan Mairasi dengan jumlah kursi 7, Dapil III Yamor, Etna dan Buruway dengan jumlah 3 kursi, begitu juga Dapil IV, Kambrauw, Arguni dan Arguni Bawah sebanyak 3 kursi.

 Sekretaris PKB Kabupaten Kaimana, Rusli Ufnia, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (4/1) kemarin menegaskan, setelah dikeluarkannya PKPU Nomor 16 Tahun 2017 yang mengatur tentang pembagian daerah pemilihan, maka Dapil untuk wilayah Kabupaten Kaimana, akan tetap seperti sebelumnya dan dipastikan tidak akan berubah.

“Kalau dilihat dari jumlah penduduk untuk masing-masing Dapil tersebut memang sudah pas. Kita tidak bisa mengutak-ngatiknya lagi. Kalau ingin diubah, maka tentunya akan bertentangan dengan PKPU Nomor 16 tersebut. Apalagi Distrik Kaimana tidak bisa dipecahkan lagi menjadi beberapa bagian, karena itu akan terlihat sangat jauh perbandingan jumlah kursinya dari satu Dapil dengan Dapil yang lainnya,” tegas Rusli.

 Anggota Partai Amanat Nasional (PAN) Kaimana, Ridwan Ombaier dalam keterangannya pun mengatakan, perubahan Dapil yang saat ini tengah hangat dibicarakan di masyarakat, pada prinsipnya semua pihak memiliki kepentingan di dalamnya, yakni memperoleh suara dan pastinya untuk memperoleh kursi.

 “Namun kita mesti lihat terlebih dahulu aturan yang ada dalam PKPU Nomor 16 Tahun 2017 tersebut. Kami juga sudah mendapatkan penjelasan dari pakar yang mengusung soal pembentukan Undang-Undang Pemilu. Karena itu, jika dilihat dari aturannya, maka Dapil dipastikan akan tetap menjadi 4 Dapil dengan pembagian Dapilnya seperti saat ini,” katanya.

Dia lebih lanjut mengatakan, dari data kependudukan saat ini untuk masing-masing Distrik, hanya 1 Distrik saja yang dipecah, yakni Distrik Kaimana. “Dan terus terang, hal itu sudah kita lakukan pada tahun 2014 kemarin. Untuk Distrik Kaimana saat ini dengan jumlah penduduknya mencapai 42.340 jiwa, jika dihitung dengan angka tertinggi dalam satu Dapil harus sebanyak 36.720 jiwa, maka Dapil ini harus dipecahkan,” katanya.

 Ditambahkan, untuk 6 distrik lainnya terpaksa harus digabung, karena satu distrik jumlah penduduknya tidak mencapai 9.180 yang merupakan angka tertinggi untuk membentuk satu Dapil.(nic)


Kategori : Kaimana

Komentar