AIMAS – Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sorong kembali melakukan inovasi terbaru, dengan menggunakan sebuah aplikasi, Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP). Aplikasi itu dilaunching oleh Plt Sekda Kabupaten Sorong, Ir. Muh. Said Noer, M.Si, di Aimas Convention Centre (ACC) Kabupaten Sorong, Senin (08/01), diperkirakan akan segera digunakan pada bulan Januari ini.

  Menurut Said Noer, aplikasi tersebut selain untuk meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pelayanan kepada masyarakat, secara optimal. TPP sendiri, ditinjau dari dua sisi, mulai dari kehadiran dan beban kerja ASN. “Dari kehadiran juga ada beberapa indikator yang dinilai,” katanya.

  Dengan adanya aplikasi yang digunakan nantinya, jam masuk para ASN dapat diketahui lebih jelas, sehingga ASN yang tidak pernah hadir, akan lebih mudah untuk dievaluasi. Selain itu, ada beban kerja yang juga dinilai, dimana dengan penilaian tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi kepada ASN untuk lebih giat dalam bekerja. “Pukul berapa masuk di kantor, pukul berapa pulang akan diketahui lewat aplikasi itu,” jelas Said Noer.

  Aplikasi tersebut digunakan berdasarkan kelas jabatan dari masing-masing ASN, mulai dari kelas 1 sampai kelas jabatan 15, dimana kelas 1 hingga kelas 7 pejabat pelaksana, yang memiliki jabatan atau ada tugas yang diberikan. Kelas 8 keatas dari Eselon 4 hingga Eselon 2A Sekda, sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawab masing-masing.

  Kemarin (09/01), seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di 9 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintahan Kabupaten Sorong melakukan absensi sidik jari, di masing-masing alat TPP yang telah dipasang oleh Tim di satu ruangan di setiap OPD.  Masing-masing tim, dibagi menjadi 3, yang tersebar ke 9 OPD.

  Salah satu ASN di Kantor BPKAD, Lesarus Osok menyambut baik program aplikasi TPP tersebut, karena dengan adanya aplikasi tersebut, jadwal masuk pegawai dapat lebih jelas, sehingga lebih meningkatkan kedisiplinan pegawai di lingkungan Pemda Kabupaten Sorong. “Aplikasi ini bagus, kita bisa jadi lebih disiplin lagi dalam bekerja, karena berbeda kalau hanya dari absensi manual,” ucapnya kepada Radar Sorong.

  Aplikasi TPP sendiri, mirip dengan absensi fingerprint, namun yang membedakan aplikasi TPP terdeteksi secara online yang juga tersambung ke system di komputer. Jika seluruh sidik jari ASN di Pemda Kabsor telah selesai diambil, dipastikan aplikasi tersebut akan dapat difungsikan pada bulan Januari ini.(nam)


Kategori : Sorong Raya

Komentar