TEMINABUAN – Bupati Sorong Selatan (Sorsel) Samsudin Anggiluli, SE melantik Pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sorsel Senin (9/1) bertempat di Sekretariat FKUB Kabupaten Sorsel, yang satu lokasi dengan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sorsel. Pelantikan Pengurus FKUB Kabupaten Sorsel berdasarkan Keputusan Bupati Sorsel No.223/151/BSS/VIII/Tahun 2017 tanggal 07 Agustus 2017 tentang Pembentukan FKUB Kabupaten Sorsel Periode 2017-2021. Prosesi pelantikan Pengurus FKUB diawali pembacaan Surat Keputusan (SK) Bupati Sorsel No.223/151/BSS/VIII/Tahun 2017 tentang Pembentukan FKUB Kabupaten Sorsel periode 2017-2021.

Selanjutnya pengambilan sumpah janji Pengurus FKUB oleh Bupati Samsudin Anggiluli dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengambilan sumpah janji. Setelah itu barulah Pengurus FKUB dilantik oleh Bupati Samsudin Anggiluli. Komposisi Pengurus FKUB Kabupaten Sorsel antara lain Ketua Pdt.Derek Kalilago, S.Th dibantu Wakil Ketua I Saharudin SE; Wakil Ketua II Pastor Zepto Triifon Polii, Pr; Sekretaris I Pdt Jimmy Angkou ,S.Th; Sekretaris II Ahmad Samsudin, SE dan Bendahara Ruth Datu Miring, SE.

Kepengurusan FKUB meliputi 3 bidang lainya yaitu bidang pemberdayaan,kemasyarakatan dan kehumasan, bidang pemeliharaan kerukunan antar umat beragama serta bidang verifikasi ijin pendirian rumah ibadah. Hadir acara pelantikan FKUB antara lain Wakil Bupati (Wabup) Sorsel. Drs.Martinus Salamuk, Sekda Sorsel Dance Yulian Flassy, SE, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sorong Selatan  DM Syaranamual, M.Pd; Kasat Binmas Polres Sòrsel Ipda M Mangiri.S.Sos, Serka Soleman mewakili Danramil 1704-04/Teminabuan, Asisten I Setda Sorsel Yoseph Bless SH MH, Asisten II Setda Sorong Selatan Saharudin, SE; Kapolsek Teminabuan Iptu Billy Ohoiwutun, tokoh agama, tokoh masyarakat sertà tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Samsudin Anggiluli berpesan 3 hal penting yang harus dilakukan FKUB antara lain tetap berkomitmen secara terkoordinir bersama pemerintah daerah agar dapat bahu membahu mengawal daerah, menjaga keutuhan dan keharmonisan hidup umat beragama di Kabupaten Sorsel, sehingga tercipta dan terpelihara kerukunan umat beragama  dalam bingkai NKRI. Membangun kerjasama dengan semua pimpinan lembaga agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan berbagai pihak secara berkesinambungan dengan baik serta secepatnya dapat berupaya menyelesaikan masalah yang terindikasi menimbulkan gejala unsur SARA.

Organisasi FKUB diminta berperan aktif untuk memberikan pemahaman masyarakat untuk saling menghargai dan menjaga toleransi antara umat beragama yang telah terjalin baik di Kabupaten Sorsel selama ini. Forum ini juga harus saling menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. FKUB harus bersama-sama melakukan sosialisasi ke seluruh distrik untuk mempersatukan keberagaman diantara umat beragama. (jus)


Kategori : Sorong Raya

Komentar