OKSIBIL-Bupati Pegunung- an Bintang Costan Oktemka, S.Ip, mengatakan bahwa dalam perjalanan pemerintahan CODE (Costan-Decky) selama 2 tahun ini telah menunjukkan kemajuan-kemajuan pem- bangunan di berbagai bidang

Diantaranya, peningkatan pelayanan dan aktivitas pe- merintahan di tingkat distrik dan kampung. Selain itu, mulai terjawabnya kebutuhan dasar masyarakat dan sarana prasarana pendukung baik di bidang pendidikan, kese- hatan dan ekonomi serta fasilitas umum pemerintah.

“Ini merupakan sebuah hasil yang patut kita syukuri, karena semuanya itu terjadi atas berkat dan campur tang- an Tuhan Yesus.”ungkap Bu- pati Costan Oktemka saat memberikan kesan pesan Natal dan pernyataan saat lepas sambut tahun baru pa- da perayaan Natal bersama Pemda, TNI/Polri dan masy- arakat Pegunungan Bintang yang dipusatkan di Apron Baru Bandara klas III Oksibil, Minggu (31/12) 

Menurut Bupati Costan, banyak hal yang sudah Pem kab Pegubin buat dalam tahun ini. Yaitu pengembangan lapangan-lapangan perintis, pembangunan jembatan dan jalan antar kampung, peny- ediaan fasilitas pendidikan yang layak dan mengontrak guru-guru untuk mengajar cerdaskan generasi Pegubin serta mengontrak tenaga medis untuk memberikan pelayanan prima serta menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Selain itu, juga ada penye- diaan tenaga penyuluh perta- nian, pembukaan kantor per- bankan di tiga distrik, pem- bangunan sarana Telkomsel serta menggerakan masyarakat untuk tanam Kopi dan Kakao dengan program unggulan KOTEKA. “Hasil program ini akan dirasakan oleh generasi 

sekarang dan yang akan datang. Semunya itu terjadi atas berkat lindungan dan campur tangan Tuhan Yesus.” kata Costan.

Namun demikian, Bupati Costan mengakui masih bany- ak kekurangan-kekurangan yang harus dikerjakan oleh pemerin- tah dalam menjawab semua kebutuhan dasar masyarakat. Terutama yang ada di kampung dengan memperhatikan faktor kebutuhan dan prioritas serta manfaat dengan memprioritas- kan program yang pro rakyat berdasarkan 10 program kam- pung yang merupakan konsep utama pemerintahan CODE dalam 5 tahun ini.

“Oleh sebab itu pada kesem- patan yang baik ini, pada moment Natal bersama dan lepas sambut tahun ini, saya atas nama pribadi dan peme- rintah menyampaikan per- mohonan maaf kepada seluruh masyarakat Pegunungan Bin- tang. Sebab pemerintah tidak bisa mengakomodir semua hal yang diusulkan masyara- kat melalui muskamp, musdis dan musrenbang. Hal itu ter- jadi atas keterbatasan sejum- lah hal. Semoga di tahun berikutnya, semua program yang diusulkan dapat tercover  tentunya secara bergilir demi pemerataan pembangunan.” Jelas Bupati. 

 

Pada kesempatan tersebut juga Bupati Costan menyam- paikan terima kasih kepada semuanya pimpinan agama dan seluruh masyarakat yang ada di kabupaten Pegunung- an Bintang, karena dengan dukungan doa yang diberikan, pemerintahan telah berjalan sampai tiba di penghujung tahun 2017 dan menerima tahun baru 2018.

Bupati Costan juga mene- gaskan bahwa pada tahun 2018 ini akan dilanjutkan sebagai tahun kerja, semua program yang sudah dirintis akan terus dilanjutkan. Selain itu, peng- awasan internal dalam pelaksanaan program kegiatan akan terus diperkuat untuk, me- ningkatkan efektifitas dan efisiensi program yang telah disepakati.

“Untuk itu demi perubahan. Saya ajak untuk selalu pupuk kebersamaan dalam kebera- gaman demi membangun Pegunungan Bintang yang maju, mandiri dan sejahtera berbasis kearifan lokal.” harapnya.

Sementara itu Pastor John Bunay, Pr dalam refleksi Na- tal dan sambut Tahun Baru tersebut mengatakan jika ingin perubahan terjadi di Pegunungan Bintang, maka kunci utama adalah mencip- takan sikap saling mengasihi, saling menghormati dan saling mengampuni di antara sesama masyarakat aplim-apom, den- gan jauhkan diri dari keben- cian, iri hati, kecemburuan sosial dan memfitnah orang tanpa sebab.

“Damai harus di mulai dari sini. Lepaskan pengam- punan terhadap sesama. Jangan simpan dendam dan benci karena itu akan jadi racun untuk menghancurkan anda sendiri. Jika ingin peru- bahan, melibatkan Tuhan dalamsegalahal.”ungkapnya.

Dijelaskan oleh Pastor bahwa cara pemerintahan Kristus dapat memerintah atas diri kita, hal yang dapat dilaku- kan oleh pelaku pembangunan di daerah ini adalah pertama mengucap syukur selalu apa- pun keadaannya. Kedua hidup harus bermanfaat karena itu kesempatan, ketiga memiliki misi kekekalan, keempat da- tang kepada Yesus dan selalu lihat ke depan dan jangan menoleh ke belakang.

“Jangan habiskan waktu dengan kelompok pencemooh, pemfitnah dan kelompok yang suka protes. Jadilah pribadi yang baik untuk mendukung pemerintahan ini dan jadilah agen-agen pro Perubahan.” harapnya. (Humas PB) 


Kategori : Lintas Papua

Komentar