Garuda Indonesia
 

WAISAI –Demi menjaga konservasi dan kelestarian alam wisata laut Raja Ampat, Dinas Pariwisata Raja Ampat mengundang seluruh elemen pelaku usaha wisata harus mengikuti peraturan daerah Raja Ampat, Selasa (5/12) di Aula Bupati Raja Ampat.

“Pengguna kawasan konservasi yakni kawasan alam bawah laut yang indah, bukan hanya pariwisata, melainkan sejumlah elemen seperti nelayan, kapal transport dan lainnya harus menaati peraturan yang diberlakukan pemerintah. Para pelaku usaha harus mengetahui alur di laut dan tahu dimana tempat berlabuh kapal,”kata Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo, kepada wartawan.

Ia menginginkan agar seluruh elemen industri wisata dapat menjadikan Raja Ampat sebagai sentral atau pusat kegiatan. Pasalnya, sejumlah kapal pesiar yang masuk dan berlabuh harus berbelanja keperluan kapal di Ibukota Distrik Waisai Raja Ampat, dengan begitu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Oleh sebab itu, seluruh elemen industri wisata yakni pelaku usaha wisata diharuskan memiliki kantor tetap di Raja Ampat dan menandatangani surat kesepakatan, yang harus dipatuhi. Pemerintah juga akan memaksimalkan fasilitas dan pelayanan di daerah untuk mempertahankan dan menambah mutu terbaik Kota Bahari itu.

“Kami ingin seluruh pelaku usaha wisata memahami alur laut dan menjadikan Waisai Raja Ampat sebagai pusat berbelanja keperluan mereka di kapal. Bayangkan saja jika crew dan tamu kapal berbelanja mulai dari sayur, buahan bahkan BBM di Waisai, ini tentu akan meningkatkan ekonomi dan memajukan mutu Raja Ampat sebagai destinasi wisata Dunia,”tuturnya.

Pemerintah menghimbau pihak Kapal Pesiar untuk membuang jarang di kedalaman 40 meter ke atas. Kedepannya, pemerintah akan bekerja sama dengan Dinas Hidrosonografi untuk segera menerbitkan Peta Laut terkait alur laut.(des)


Kategori : Sorong Raya

Komentar