Garuda Indonesia
 

KAIMANA- Untuk kedua kalinya, Cafe Queen Two (QT) yang terletak di Jalan Bantemi Dalam (Bandalam), diduga mempekerjakan 2 anak di bawah umur, masing-masing Rara dan Rari (bukan nama sebenarnya,red). Sebelumnya, cafe inipun dinyatakan pernah melakukan hal yang sama

Bahkan, sejumlah pihak menuntut agar cafe tersebut segera ditutup, karena tidak mengindahkan aturan hukum yang berlaku. Dikhabarkan, dua pramuria yang merupakan anak di bawah umur ini yakni berumur 15 tahun dan 17 tahun.

Kapolres Kaimana, melalui Kasat Reskrimnya, AKP Walman M Simalango, SH yang berhasil ditemui di ruang kerjanya, kemarin membenarkan hal itu.

“Kedua gadis ini setelah dilakukan penyelidikan atas informasi yang kita peroleh, akhirnya kami mendatangi cafe tersebut dan membawa kedua anak di bawah umur itu ke Polres. Setelah kita lakukan penyidikan, ternyata keduanya memang benar masih di bawah umur, yakni 15 tahun dan salah satunya 17 tahun,” jelas Kasat.

Menurut dia, umur yang seperti ini, mereka tidak pantas untuk dipekerjakan di tempat hiburan malam seperti itu. Menurut Kasat, awalnya keduanya diiming-iming akan diberikan pekerjaan dengan menjadi seorang pelayan di salah satu warung kopi yang ada di Manado oleh Poni (bukan nama sebenarnya).

“Jadi sebelumnya mereka ini diiming-iming oleh salah seorang wanita yang saat ini kita sedang selidiki, dari Kendari menuju Manado. Setelah di Manado, Poni malah memberangkatkan kedua gadis ini menuju Kaimana. Selanjutnya mempekerjakan  mereka di Queen Two Cafe hingga saat ini,” kata Kasat lagi.

Dalam keterangannya, Kasat juga mengaku, terkait dengan kasus ini masuk dalam kasus penjualan anak (traficking). “Kami akan bertindak tegas dalam penanganannya. Untuk wanita yang membawa mereka ke Kaimana sudah berhasil melarikan diri keluar dari Kaimana. Untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan selanjutnya, keduanya saat ini kita amankan di Polres Kaimana,” imbuhnya lagi.

Disinggung soal proses selanjutnya, kata Kasat, pihaknya akan tetap menindaklanjuti proses ini. “Kita juga akan bertindak tegas terhadap pengelola Queen Two Cafe karena kasus ini. Sehingga hal ini menjadi contoh, agar cafe-cafe yang lain tidak meniru dengan mempekerjakan anak di bawah umur,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kasat juga mengimbau kepada seluruh warga Kaimana, jika menemukan cafe yang mempekerjakan anak di bawah umur, agar segera melaporkannya ke Polres Kaimana. “Generasi muda ini patut kita jaga, kita selamatkan dan kita arahkan ke jalan yang benar, bukan malah menjerumuskan mereka dalam hal-hal yang tidak baik dan tidak benar. Saya juga menghimbau kepada para orangtua, tentang pentingnya pengawasan terhadap anak-anaknya. Diupayakan agar orangtua selalu menjaga pergaulan anak-anak mereka, sehingga tidak terjerumus  dalam hal-hal negatif, karena pengaruh perkembangan saat ini sangat berdampak kepada masa depan anak,” jelasnya.

Sementara itu sebelumnya, Kabid Perijinan pada Dinas Perindagkop UKM Kabupaten Kaimana, Husein Hasanusi dalam keterangannya, saat dikonfirmasi belum lama ini juga mengaku, ijin Cafe yang diberikan pihaknya disalahgunakan oleh pemiliknya.

“Cafe yang kita berikan ijin itu seharusnya tidak boleh tertutup dan tidak boleh pekerjakan pramuria. Tetapi di Kaimana ini pemilik cafe seenaknya saja melanggar hal itu. Kalau memang kita mendapatkan rekomendasi dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, maka segera kita akan tutup cafe yang jelas-jelas melanggar ketentuan tersebut,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kaimana, Miskia Fidmatan,  mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polres Kaimana. “Tadi kami sudah diinformasikan oleh Polres Kaimana untuk kasus ini. Dan kami sedang melakukan koordinasi dan kajian terhadap persoalan ini. Nanti akan kita rekomendasikan kepada instansi teknis terkait terhadap persoalan ini, apakah cafe tersebut ditutup atau tidak. Intinya, hal ini telah melanggar ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang Perlindungan Anak,” tegasnya.

Dalam keterangannya, Miskia juga menyayangkan pemilik cafe yang tidak mengindahkan aturan yang berlaku. “Apalagi ini sudah dua kali terjadi di cafe tersebut, sehingga hal ini harus diusut tuntas,” tegasnya.

Hal senada pun disampaikan Ketua Karang Taruna Kabupaten Kaimana, Brian Rumi, yang berhasil dikonfirmasi melalui saluran telepon selulernya, kemarin.

Menurut Brian, kasus ini merupakan sesuatu persoalan yang sangat memalukan, karena pengawasan minim dilakukan oleh semua pihak. “Kan masing-masing instansi diberikan kewenangannya untuk melakukan kontrol itu, jika sampai hal ini terjadi artinya kita semua kecolongan, atau jangan sampai ada proses pembiaran. Seperti di Kaimana ini sudah ada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang khusus menangani persoalan seperti ini. Jika memang alasan dana kurang, maka sebaiknya DPRD juga bisa buka mata, ini persoalan serius, jangan sampai memberi dampak yang kurang baik untuk generasi muda di Kaimana. Kasih alokasi anggaran yang cukup untuk mereka, biar bisa melakukan pengawasan lebih ketat, termasuk juga ke Satpol PP,” tegasnya.

Disinggung soal tindakan selanjutnya, dia berharap agar pengawasan haru dilakukan lebih optimal oleh semua pihak. “Harapan kami, jika itu ditemukan anak di bawah umur atau seperti narkoba di salah satu cafe kemarin, maka cafe itu harus segera ditutup, sehingga ada efek jera. Ini kan sudah kejadian yang berulang-ulang kali dan nampaknya pemilik cafe ini tidak menghormati orang Kaimana. Aparat juga diharapkan segera bertindak, cari penyalurnya, sehingga bisa diketahui seperti apa jangan sampai ada motif di balik itu. Ini bisa memberikan dampak negatif kepada anak-anak di Kaimana, jangan sampai terpengaruh dengan persoalan ini,” ujar Brian lagi.

Bahkan di akhir keterangannya, Brian menyebutkan, persoalan yang terjadi di Kaimana terutama khusus untuk kasus traficking dan narkoba, ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi Kapolres yang baru. “Dulu itu salah satu terdapat peredaran pil PCC, namun hingga saat ini belum juga tutup. Kami minta agar Kepolisian Resor Kaimana bisa bertindak tegas, jika tidak maka merusak generasi muda di Kaimana,” harapnya.(nic)

 


Kategori : Kaimana

Komentar