Garuda Indonesia
 

SORONG- Kecewa terhadap pelayanan  di salah satu SPBU, seorang ibu rumah tangga (IRT) Y. Momot pada Minggu (3/12) sore lalu mengamuk dengan petugas SPBU yang melayani antrian kendaraan yang keluar-masuk SPBU.

   Kepada Radar Sorong Y Momot terpaksa melampiaskan emosinya karena sesuai pantauannya di SPBU, petugas SPBU mengisi BBM kepada beberapa pengendara motor lebih dari 7-10 kali dalam kurun waktu hanya 3 jam.

  “Saya sempat ribut sama petugas SPBU karena saya pantau di depan SPBU ada beberapa motor yang orangnya sama keluar-masuk SPBU mengisi bensin di motor tangki besar lebih dari 7-10 kali. Kenapa tidak bisa dibatasai. Menurut saya ini salah satu modus praktek penimbunan BBM,” kata Ibu Momot melalui telepon seluler.

  Ditambahkan bahwa, yang membuat dirinya kecewa karena, dia mulai antri BBM dari jam 15.00 - 18.00 WIT  baru mendapat giliran untuk mengisi BBM.“Kami antre sampai berjam-jam setengah mati baru dapat giliran, tetapi motor ne hanya bebas keluar masuk, harusnya dibatasi, lalu diberikan kesempatan kepada kendaraan roda empat supaya jangan antreannya terlalu lama dan panjang sampai di depan kantor Pertamina,” tambahnya.

  Menurut perkiraannya antreannya cepat saja, tapi ternyata yang bikin lama karena antrean motor yang sama berkali-kali keluar masuk SPBU itu yang bikin lama. “Saya langsung mengamuk di petugas SPBU kenapa kebiasaan ini terus dibiarkan, akhirnya kami pengendara yang lain jadi korban,” tegas ibu Momot sembari menambahkan bahwa ia bisa pahami kalau ada motor yang masuk untuk mengisi BBM kalau hanya 2 atau 3 kali untuk sekedar dijual lagi sebagai pengecer untuk memenuhi kebutuhan hidup bisa dipahami.

  Yang dimaksud, jangan sampai motor-motor besar yang kemudian juga mobil-mobil tengki modifikasi yang keluar masuk lalu mengisi BBM bersubsidi lalu ditimbun dan dijual kembali dengan harga industri itu yang sangat disayangkan. Oleh karenanya, kepada pemerintah, dan khususnya pihak Pertamina diminta supaya melakukan pengawasan langsung ke SPBU supaya tidak terjadi praktek-praktek seperti itu. (ris)


Kategori : Metro

Komentar