Garuda Indonesia
 

AIMAS – Beberapa organisasi pemuda menolak pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI yang direncanakan akan dilakukan pada 19-20 Desember 2017. Pernyataan tersebut disampaikan oleh beberapa ketua organisasi, diantaranya Ketua GAMKI Kabupaten Sorong, Ketua Barisan Pemuda PAN dan Ketua GMNI Sorong. GMNI sendiri menyatakan diri untuk tidak menghadiri Musda KNPI, jika dilaksanakan pada bulan Desember.

  Pelaksanaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) KNPI Kabupaten Sorong telah berakhir pada Kamis (30/11) lalu, dimana dari hasil rapat tersebut, diputuskan secara voting untuk penetapan Musda yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2017. Hasil tersebut mendapatkan protes dari sejumlah organisasi pemuda, yang mengharapkan agar Musda tersebut diundur, dikarenakan pelaksanaannya mendekati perayaan hari besar umat Kristiani, hari Natal.

  Ketua Barisan Pemuda PAN Kabupaten Sorong, Wisnu Brata dalam konferensi pers yang dilakukan disalah satu lokasi di Kabupaten Sorong, menanggapi pernyataan salah satu peserta Rapimda yang mendiskreditkan OKPI dan OKP yang menyatakan, OKPI dan OKP tidak memiliki hak untuk berhimpun di KNPI. Sementara, KNPI sendiri dideklarasikan oleh beberapa OKPI dan OKP, terutama Cipayung Plus. “Pernyataan itu, sempat membuat beberapa peserta OKP dan OKPI walk out dari Rapimda tersebut,” ucapnya kepada media, Senin (04/11).

  Ia juga menyampaikan, penetapan Musda KNPI di bulan Desember menurutnya tidak tepat, karena memasuki perayaan hari besar umat kristiani, yang ditakutkan akan mempengaruhi pelayanan disepanjang bulan natal. Ia menyarankan agar DPD KNPI Provinsi untuk dapat mengkroscek kembali, karena sangat disayangkan penyelenggaraan di bulan Desember. “Kita tidak mau umat kristiani terganggu dalam pelaksanaan ibadah meraka,” ujar Wisnu.

  Sementara itu, Ketua GAMKI Kabupaten Sorong, Titus Johanis Paa yang turut hadir, menyesalkan penetapan tanggal Musda KNPI tersebut. Karena menurutnya, tanggal pelaksanaan tersebut merupakan tanggal persiapan ibadah menyongsong hari natal. “Tanggal pelaksanaan Musda tersebut akan mengganggu pelayanan ibadah dalam menyambut natal. Sementara itu, perpanjangan SK juga agak sulit, karena di bulan Desember banyak waktu libut,” terangnya.

  Senada dengan keduanya, Ketua GMNI, Imanuel Mobalen menegaskan agar pelaksanaan Musda dapat ditangguhkan hingga perayaan Natal selesai. Hal tersebut menunjukkan toleransi terhadap umat Kristiani. Ia mengharapkan agar pelaksanaan Musda KNPI dapat berlangsung di bulan Maret. Namun, apabil pelaksanaan Musda KNPI tetap dilaksanakan di bulan Desember, maka ia memastikan tidak akan menghadiri musda tersebut. “Kami tidak akan menghadiri juga, karena itu komitmen kita,” ucapnya. (nam)


Kategori : Sorong Raya

Komentar