Garuda Indonesia
 

AIMAS – Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2018 mengalami kenaikan 10 persen, dengan total dana lebih dari Rp 20 Miliar. Hal tersebut, mengharuskan petugas kesehatan, terutama di Puskesmas yang berada disetiap distrik untuk dapat bekerja secara optimal. “Tahun depan alokasi dana BOK kita naik 10 persen, oleh karena itu para petugas kesehatan harus lebih memperhatikan dan memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,”imbau Wakil Bupati Sorong, Suka Harjono S.Sos M.Si, saat menghadiri rapat monitoring dan evaluasi bantuan BOK di Hotel Handayani Aimas, Kabupaten Sorong, Senin (4/12).

  Sesuai dengan visi misi pemerintah Kabupaten Sorong saat ini, persoalan kesehatan masih menjadi prioritas. Oleh sebab itu, penyiapan dana kesehatan oleh pemerintah semakin meningkat, hal tersebut perlu didukung dengan pelayanan kepada masyarakat yang harus ditingkatkan.

  Wakil Bupati Sorong menyampaikan, pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat. Sehingga ia mengingatkan kepada seluruh aparatur pemerintahan dalam bidang kesehatan dapat memperhatikan secara maksimal, pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Selain meningkatnya alokasi dana BOK tahun depan, ia berharap agar kendaraan operasional yang telah diserahkan kepada seluruh Puskesmas di Kabupaten Sorong, untuk dapat digunakan sebaik mungkin.

  “Saya ingatkan untuk seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Sorong, untuk menggunakan kendaraan operasional sesuai dengan fungsinya untuk melayani masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

   Ia juga menyampaikan, puskesmas jangan hanya menunggu datangnya dana untuk menjalankan program. Tetapi, tetap bekerja karena program tersebut telah dianggarkan. Diharapkan pula untuk seluruh kepala distrik maupun kepala kampung untuk ikut serta mengawasi puskesmas yang ada diwilayah masing-masing. (nam)


Kategori : Metro

Komentar