Garuda Indonesia
 

MANOKWARI- Rencana pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ingin membuka peluang kepada badan usaha lain atau swasta dan BUMN untuk menjadi pengelola bongkar muat di pelabuhan mendapat penolakan. Puluhan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) menggelar unjuk rasa di  pelabuhan Manokwari, Senin (4/12).

Aksi para TKBM ini mendapat dukungan GSBI (Gabungan Serikat Buruh Indonesia). Membawa sejumlah pamflet, mereka berunjuk rasa di pintu masuk bandara. 

 Beberapa pamflet yang dibawa para TKBM bernada protes atas rencana Kementerian Perhubungan ini. Bagi TKBM, aktifitas bongkar muat barang di pelabuhan merupakan sumber mencari nafkah dan menghidupi keluarga.

“KMI Koperasi TKBM tolak pengelolaan bongkar muat barang kepada pihak swasta. Bongkar muat barang di pelabuhan sebagai tempat piring makan kami. Koperasi TKBM harga mati. Kami siap membela sampai titik darah penghabisan,” ujar Simon Korwa.

Ketua GSBI Papua Barat, Yahanes Akwan, mengatakan, rencana pemerintah untuk mengalihkan pengelolaan bongkar muat barang di pelabuhan dapat mengancam Koperasi TKBM Pelabuhan se-Indonesia termasuk di Manokari. Mestinya, pemerintah melindungi koperasi sebagai salah satu pendukung ekonomi bangsa.

Aksi yang mendapat kawalan dari personel Polsek Kawasan Pelabuhan ini berjalan tertib. Walau ada  unjuk rasa, aktifitas di pelabuhan tetap berjalan normal.Usai berunjuk rasa para TKBM kembali bekerja seperti biasa.(lm)


Kategori : Manokwari

Komentar