Garuda Indonesia
 

KAIMANA- DPRD Kaimana memastikan, dokumen peng­gu­naan anggaran lanjutan (DPAL) akan membengkak pada tahun 2018 mendatang. Hal itu menyusul masih banyaknya proyek yang belum dapat dikerjakan pada tahun anggaran 2017 ini.

“Kami lihat seperti di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, yang hingga saat ini belum mengerjakan sejumlah proyek besar di instansi tersebut. Salah satunya adalah asrama SMA Negeri 2 Kaimana dan ada beberapa lagi yang belum dikerjakan. Pada saat pembahasan APBD Perubahan 2017, kami sudah mengingatkan agar tahun depan tidak ada lagi yang disebut dengan DPAL, karena seperti itu maka daya serap pun pasti akan menurun,”tegas anggota DPRD Kaimana, Rusli Ufnia, yang berhasil dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

 Dia mengatakan, keterlambatan ini memang disebabkan karena proses pelelangan dengan menggunakan sistim LPSE, sehingga menjadi lambat pekerjaannya. “Namun hal itu tidak menjadi jawaban yang bisa kita sampaikan kepada masyarakat. Masyarakat pasti akan bertanya-tanya, mengapa banyak orang di Dinas Pendidikan, tetapi kerja proyek tersebut saja belum juga dapat dilaksanakan tahun anggaran ini,”katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kaimana, Luther Rumpumbo, S.Pd yang hendak dikonfirmasi semalam belum dapat memberikan tanggapannya terkait dengan keterlambata penger­jaan proyek tersebut.

Namun sebelumnya, Luther dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan mengaku, pembangunan asrama SMA Negeri 2 Kaimana, lanjut Luther, akan dibangun meng­gunakan APBD 2017 senilai Rp 1,5 Miliar.“Sudah dialokasikan anggaran Rp 1,5 Miliar untuk pembangunan asrama tahun ini. Ini juga untuk menjawab, keluhan masyarakat terkait tidak ada tempat nginap bagi anak mereka yang datang ke Kota Kaimana, ketika bersekolah di sini,”tuturnya.

Asrama, lanjut Luther, merupakan salah satu hal yang juga prioritas, karena banyak anak-anak asli Kaimana yang sedang bersekolah di SMA Negeri 2 Kaimana, yang merasa kesulitan dengan tempat tinggal. Pasalnya sebagian besar siswa/i didominasi dari kampung-kampung.

“Asrama ini, memang dulunya ada. Tetapi karena sudah lama tidak diperhatikan dengan baik, akhirnya asrama tersebut sudah tidak layak lagi digunakan. Justru bukan anak yang tinggal tetapi masyarakat dari kampung juga tinggal di asrama tersebut. Ini yang kita mau benahi ke depannya,” imbuhnya.(nic)


Kategori : Kaimana

Komentar