Garuda Indonesia
 

TEMINABUAN-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) terus melakukan berbagai terobosan guna peningkatan pelayanan publik serta pelayanan penyajian data yang akurat dan terkini atau update. Salah satu upaya yang dilakukan yakni membuat data Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Sorsel. Data OAP tersebut dibuat dalam sebuah buku yang dicetak dan diluncurkan pada tahun 2016 lalu. Buku data OAP tersebut dibuat guna menjadi data perencanaan pembangunan di berbagai aspek untuk OAP. Buku data OAP Kabupaten Sorsel tersebut juga telah diserahkan kepada Ketua DPRD Provinsi Papua Barat Pieterz Kondjol bar-baru ini di Manokwari.

Dengan harapan DPRD Papua Barat (PB) menggunakan data tersebut untuk mengajukan berbagai usulan pembangunan serta pemberdayaaan OAP di Kabupaten Sorsel kepada Pemprov PB. Data OAP ini menjadi data pendukung dalam menentukan program dan kegiatan pembangunan yang memberikan manfaat bagi kemajuan bagi pendudukan yang merupakan OAP di Kabupaten Sorsel. Buku data OAP yang diluncurkan tersebut satu-satunya di Provinsi PB, kabupaten/kota lainnya belum mempunyai data OAP. Demikian penegasan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sorsel Drs.George Japsenang, M.Si Kamis (30/11) lalu dalam pertemuan SKPD pengelola dana Otsus dengan Wakil Bupati (Wabup) Sorsel Drs.Martinus Salamuk di ruang rapat kantor Bupati Sorsel.

Kepala Dinas Dukcapil Goerge Japsenang menjelaskan, buku data OAP ini memuat statistik kependudukan yang dibatasi hanya data-data yang sifatnya untuk konsumsi perencanaan pembangunan secara umum. Data OAP tersebut diperoleh dari hasil pemutakhiran data melalui metode pencocokan dan penelitian (coklit) di tingkat distrik. Selanjutnya data dari distrik dimasukan dalam database dengan menggunakan software database oracle 11G enterprise edition.

Dengan demikian bagi stakeholder atau instansi pemerintah maupun non pemerintah yang membutuhkan data bisa langsung ke kantor Dukcapil dengan mematuhi prosedur permohonan data. Kriteria OAP yaitu ayah ibu orang Papua, sedangkan kriteria orang papua yang digunakan berdasarkan kriteria dari Dinas Kependukan dan Tenaga Kerja Provinsi PB yakni ayah Papua ibu non Papua, ayah non Papua ibu Papua, anak cucu dari non Papua yang nikah dengan Papua, non Papua diangkat Papua, non Papua diangkat oleh adat menjadi orang Papua,orang non Papua tinggal lebih dari 35 tahun di Papua. Jumlah OAP di Kabupaten Sorsel 74 % dari jumlah penduduk. (jus)


Kategori : Sorong Raya

Komentar