Garuda Indonesia
 

WAISAI-Dua orang nelayan, masing-masing Salaudin (56) dan Laode (42), ditemukan mengapung di perairan Raja Ampat, Kamis (30/11). Salah seorang diantaranya harus menjalani perawatan intensif. Ia menderita luka parah di kakinya akibat gigitan ikan yang tidak diketahui jenisnya, diduga hiu, saat ia mengapung di lautan.  Peristiwa tenggelamnya kapal pemancing di perairan Raja Ampat, tepatnya di Tanjung Makoi Batanta, ini terjadi Rabu (29/11) malam sekitar pukul 23.30 WIT. Untuk menyelamatkan diri, kedua pemancing memanfaatkan jerigen agar tidak tenggelam. Keduanya mengapung semalaman, dan baru diketemukan keesokan harinya, Kamis (30/11).

Laode terlebih dahulu ditemukan oleh nelayan lainnya yang tengah melaut tidak jauh dari lokasi kecelakaan, kemudian dievakuasi ke Waisai Raja Ampat dan dibawa ke RSUD Waisai untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara Salaudin ditemukan oleh KM Marina Expres 88 B sedang terapung dengan menggunakan jeringen dan coolbox di perairan Batanta. Selanjutnya korban dievakuasi ke Kota Sorong. Beruntung, keduanya yang terombang ambing di laut sekitar 12 jam lamanya, tidak menimbulkan luka serius kepada keduanya. Hanya luka pada bagian kaki akibat gigitan ikan dan trauma psikologis yang melanda keduanya

Diketahui, kedua nelayan ini berangkat mancing dari Waisai sejak Rabu (29/11) pukul 14.00 WIT, dan perahu yang ditumpanginya tenggelam dihantam ombak besar sekitar pukul 23.30 WIT.  “Saat itu, kami dengan Basarnas sedang ada kegiatan dan kemudian masyarakat datang melapor bahwa ada nelayan yang terapung dan terdapat luka bekas gigitan ikan. Setelah itu korban dibawa pulang. Tapi dalam kondisi seperti itu, saya langsung menggerakkan anggota untuk mengambil korban di rumah dan bawa ke RSUD Waisai,” kata Kapolres Raja Ampat, AKBP Edy Setyanto Erning,S.IK yang ditemui Radar Sorong di RSUD Waisai, Kamis (30/11).

Kapolres mengatakan, insiden yang menimpa dua nelayan ini, murni kecelakaan laut dikarenakan factor alam yang tak bersahabat. Bekas luka oleh gigitan ikan yang belum diketahui jenisnya, kaki kanan Salanudin harus dijahit dengan16 jahitan. “Untuk saat ini kami dapat katakan bahwa ini adalah laka murni. Saya menghubungi pihak Basarnas Sorong untuk segera menangani korban yang dibawa ke Sorong. Alhamdulliah, kedua korban selamat dan tidak mengalami luka yang fatal, cuman hanya kecapean karena terombang-ambing di laut dari malam,” kata Kapolres.

Terpisah, Kepala Kantor Basarnas Kota Sorong, Emy Freezer,SE,MM yang dikonfirmasi terkait penyelamatan nelayan naas ini mengatakan, kedua korban ditemukan di berbeda-beda. Laode ditemukan oleh nelayan lainnya saat tengah melaut tidak jauh dari lokasi kecelakaan, sementara Salaudin ditemukan oleh KM Express 88 B yang sedang berlayar dari Waisai menuju Kota Sorong. “Laode ditemukan oleh nelayan lainnya kemuadian dievakuasi ke Waisai Raja Ampat. Salaudin yang sedang terapung di laut, ditemukan Kapal Marina Expres 88 B yang tengah menuju Kota Sorong dari Raja Ampat,” ungkapnya.

Melihat korban terapung di laut lanjut Emy, KM Express Bahari 88 B langsung berhenti guna memberikan pertolongan. Saat ditemukan, Salaudin dalam keadaan terapung sambil memeluk jerigen dan coolbox. Emy mengatakan, ABK, anggota Polres Raja Ampat dan anggota Basarnas yang saat itu berada di atas KM Express Bahari 88 B, langsung memberikan pertolongan kepada korban. “Korban ditemukan kira-kira 7 mil dari pelabuhan Waisai.

Saat ditolong, korban dalam keadaan lemas sekali dan kaki korban mengalami luka akibat terlilit tali,” jelas Emy yang ditemui di Kantor SAR, Kamis (30/11).  Anggota SAR Sorong kemudian membawa korban ke RSUD Kabupaten Sorong  untuk mendapatkan pertolongan medis, sebelum akhirnya dikembalikan ke keluarganya. “Korban Salahudin kami sudah kembalikan ke keluarga,” katanya. (des/raf)


Kategori : Berita Utama

Komentar