Garuda Indonesia
 

WAISAI – Dalam kurun dua tahun, 17 unit tower jaringan 2G berhasil didirikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Raja Ampat. Namun, tower jaringan 2G yang dibangun hanya dapat dipakai telephon serta mengirim SMS (Short Message Service).

Ditemui Radar Sorong di halaman Kantor Bupati Raja Ampat, Kamis (30/12), Kabid Kominfo, Persandian dan Statistik Raja Ampat, Frist F. Dimara, S.PT mengatakan, jaringan 2G itu memiliki ketinggian 32 meter dan kapasitas kemampuan daya pemancar 3 kilo meter yang dapat menjangkau beberapa pulau-pulau Raja Ampat. Sebagai alat layanan komunikasi baik di antara distrik, penduduk dan pemerintahan di tingkat kabupaten.

"Dari 18 yang diusulkan oleh Dinas Kominfo di Raja Ampat, dan hasil survey juga sailreviuewmeting yang dapat diakomodir hanya 17 tower. Sekarang semua sudah terpasang dan aktif di Utara, Timur, Selatan maupun Barat di wilayah Kabupaten Raja Ampat,”katanya kepada Radar Sorong.

Ia menjelaskan, dari apa yang dilakukan untuk meningkatkan dan mendekatkan lanyanan akses komunikas kepada masyarakat. Selain itu untuk komunikasi  antar pemerintah di tingkat distrik juga tingkat kabupaten di wilayah pedalaman Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Serta melancarkan hubungan dari pada pemerintahan baik antar distrik, lurah dan RT/RW.

Sejumlah fasilitas tersebut, menurutnya akan ditingkatkan, diantaranya kedepan agar dapatr diakses video call. Hal tersebut sudah dibuat perencanaannya bahkan Kominfo ingin bangun Mar -City yang hebat.

"Ketika akses komunikasi lancar, tentu hidup di kalangan masyarakat pesisir akan lebih mudah apalagi ada akses internet yang bagus. Tentu, dunia perbankanpun dalam mengirimkan data transfer uang akan lebih lancar tanpa harus ke kabupaten. Karena selama ini bila masyarakat mau mengirim uang 2 juta, mereka harus cari 2,5 juta untuk uang transportasi di jalan senilai 500 ribu," bebernya.(des)


Kategori : Sorong Raya

Komentar